Tampilkan postingan dengan label Puasa Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa Sehat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

Hati-hati Berbuka Puasa dengan yang Manis. Rasulullah tak pernah menganjurkannya.

buah kurma buka puasa
Buah kurma dianjurkan untuk menu buka puasa sehat

Jika anda berpemahaman bahwa berbuka puasa dengan yang manis itu adalah anjuran Rasulullah, perlu kiranya untuk meninjaunya kembali. Apakah menu buka puasa yang dianjurkan memang yang manis ataukah bukan?


Televisi, dan akhirnya banyak orang yang terpengaruh, mempengaruhi pemahaman kita dalam memilih menu takjil atau berbuka yang manis. Mungkin hal ini menjadi satu poin yang ditangkap bahwa berbuka puasa dengan buah kurma itu menyehatkan. Karena buah kurma itu manis, maka hal itu berarti kita butuh pengganti kurma yang rasanya juga manis.

Padahal, jika kita mengikuti tuntunan/sunnah rasulullah, jika tidak ada kurma maka kita bisa memilih air saja. Atau boleh juga dengan makanan yang tidak dimasak dengan api, dalam hal ini adalah aneka buah-buahan yang bermanfaat untuk buka puasa, atau ala kadarnya saja.

Penting untuk memperbaiki pemahaman kita akan “berbuka puasa dengan yang manis”, karena menu buka puasa yang manis belum tentu memberikan manfaat sehat pada tubuh setelah berpuasa seharian. Padahal anjuran rasulullah untuk berbuka puasa dengan buah kurma atau air saja bertujuan untuk menyehatkan tubuh kita setelah berpuasa.

Dalil mengenai Buka puasa


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.”
(HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih)

"Apabila seseorang diantara kalian berbuka, maka hendaklah ia berbuka dengan korma. Jika ia tidak memperoleh korma, hendaklah ia berbuka dengan air, karena air itu bersih dan membersihkan".

(HR Abu Dawud dan At-Tirmidsi dari Sulaian bin ‘Amir)

"Adalah Rasullulah SAW suka berbuka dengan tiga biji korma atau sesuatu yang tidak dimasak dengan api".
(HR. Abu Ya’la dari Anas)


Berbuka puasa dengan yang manis, tidak sehat?


hati-hati konsumsi gula
Berhati-hati konsumsi gula berlebihan.
Mari kita tinjau aspek kesehatan dari buka puasa dengan yang manis (selain sumber gula atau rasa manis dari buah). Rasa manis bisa ditimbulkan oleh gula dan pemanis buatan. Rasa manis yang terasa di lidah, pada umumnya berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat berupa gula sederhana dan pemanis buatan. Gula sederhana dapat berupa disakarida dan monosakarida. Gula disakarida seperti sukrosa yang sehari-hari kita sebut sebagai gula pasir. Banyak jenis gula monosakarida yang terdapat di alam, namun yang banyak dikonsumsi adalah glukosa dan fruktosa. Fruktosa dan glukosa karena mudah diabsorpsi maka sangat penting untuk mengembalikan kecukupan energi dalam tubuh dalam waktu sangat singkat, sehingga keduanya perlu ada dalam menu saat berbuka.

disaat berbuka, makanan manis yang dikonsumsi masih dalam skala yang kecil mungkin tidak akan bermasalah. Namun bila dalam jumlah yang cukup banyak, ditambah lagi konsumsi karbohidrat seperti nasi, roti, dan lainnya dalam jumlah berlebih, maka akan menimbulkan kegemukan, hal tersebut disebabkan karena semua gula akhirnya diubah tubuh menjadi lemak. Apalagi bila tidur setelah sahur, atau ‘balas dendam’ saat berbuka sehingga tubuh kelelahan, maka semua gula tidak diubah menjadi energi tapi malah diubah menjadi lemak.

Apa yang disebutkan di atas, secara umum adalah kebiasaan tidak sehat orang indonesia saat puasa. Jangan heran jika orang yang akhirnya jadi lebih gemuk di bulan puasa! Di saat sahur, kita makan terlalu banyak karena takut lapar, sehingga tubuh kita kelelahan dan mengantuk, sementara pada saat berbuka puasa, kita “membalas dendam” dan akhirnya kekenyangan dan tubuh kembali kelelahan, akibatnya kekurangan gerak tubuh (dan tentu saja ibadah tidak maksimal).

Padahal, saat kita aktif dan bergerak maka gula yang tinggi dalam darah akan diubah menjadi energi. Bila tubuh gagal mengubah gula menjadi lemak dan atau energi maka kadar gula darah akan tinggi, inilah yang disebut sakit gula atau diabetes.

Lebih lanjut, bagaimana jika kita berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan? Hal ini dinilai lebih tidak sehat lagi.

Pada saat menjelang waktu berbuka, tubuh dalam keadaan lemas dikarenakan kadar gula darah yg rendah dan kekurangan cairan bahkan mineral. Dalam makanan yang mengandung pemanis buatan, umumnya sangat rendah kalori atau bahkan tidak ada sama sekali. Sementara tubuh sangat membutuhkan asupan energi dan air segera. Oleh karena itu, saat berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan, hal itu sama saja dengan menipu tubuh kita sendiri. Di samping tidak atau sangat kurang mengandung gula yang sangat dibutuhkan, ia juga tidak mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan. Perlu diingat bahwa, mengkonsumsi pemanis buatan dalam jumlah cukup banyak dan jangka panjang, dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Efek apa saja? Beberapa pemanis buatan dapat mencetus kanker, mengakibatkan keterbelakangan mental, dan gangguan darah serta berbagai efek negatif lainnya. Untuk mengetahui produk minuman atau makanan yang mengandung pemanis buatan, kita dapat memeriksanya secara sederhana. Biasanya mengandung zat peningkat cita rasa, pengawet dan berbagai bahan kimia lainnya yang tidak diperlukan tubuh.

Jadi berhati-hatilah dalam mengkonsumsi makanan atau minuman manis, apalagi produk-produk yang mengandung pemanis buatan. Sebaiknya konsumsi makanan sehat yang bersumber dari bahan alami.

buah kurma buka puasa
Pilih kurma segar atau kurma kering. Jika tidak ada pilihlah air putih saat berbuka puasa,
atau diganti dengan buah yang bermanfaat lainnya.

Kurma seperti apa yang sehat


Sebelumnya, kita perlu benar-benar mengetahui bahwa kurma atau korma adalah tanaman sejenis palma. Buah kurma segar sebenarnya memiliki rasa yang tidak terlalu manis. Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi tinggi tetapi berkalori sedang. Kurma segar mengandung gula komplek dan gula sederhana. Gula sederhana yang terkandung dalam buah kurma terdiri dari sukrosa (sama seperti gula pasir) dan monosakarida glukosa dan fruktosa.

Gula sederhana dari kelompok monosakarida seperti fruktosa dan glukosa merupakan molekul kecil yang dapat dengan mudah dan cepat diserap di dinding usus kemudian masuk ke dalam darah.

Sedangkan gula sukrosa merupakan disakarida perlu dipecah dulu menjadi monosakarida dan lebih lama diserap. Gula komplek akan lebih lama lagi baru diserap, karena dipecah dahulu dalam beberapa tahap. Gabungan ketiganya ini akan memberikan penyediaan gula untuk energi secara cepat, bertahap dan bertahan lebih lama. Lalu bagaimana jika buah kurma diproses menjadi manisan kurma? Manisan kurma mengandung gula yang sengaja ditambahkan ke dalam kurma dalam jumlah sangat tinggi.

Kurma segar juga mengandung garam mineral seperti kalium, di samping itu terdapat juga serat dan vitamin C yang cukup tinggi.

Nah, Kadar vitamin C ini akan jauh berkurang atau akan habis sama sekali saat kurma dikeringkan. Sebaliknya kandungan gula pada kurma yang dikeringkan akan jauh meningkat karena kandungan airnya banyak berkurang, akibatnya kurma akan terasa lebih manis. Tidak hanya sampai disitu, gula yang terkandung pada kurma akan sangat tinggi ketika kurma diolah menjadi manisan kurma seperti yang banyak ditemukan di Indonesia.

Penambahan gula dengan kadar yang sangat tinggi ini dimaksudkan sebagai pengawet, sehingga manisan kurma dapat disimpan lama dan diekspor ke negeri yang jauh, termasuk ke Indonesia. Sama seperti kurma kering, manisan kurma hampir tidak mengandung vitamin C sama sekali. Jika mau mengikuti sunnah Rasulullah, upayakan untuk mendapatkan kurma segar, tidak dikeringkan dan tidak ditambah gula.

Kembali menilik sunnah nabi Muhammad SAW dalam memilih menu berbuka puasa, dimana ia berbuka puasa dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada yang demikian, beliau berbuka dengan air. Maka berarti, kondisi buah kurma yang dimakan saat berbuka pun perlu diperhatikan, apakah segar (rothb atau kurma basah) ataukah kurma kering (tamr).

Pertanyaannya, mengapa dibedakan seperti itu? Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya bahwa kurma segar mengandung vitamin C yang cukup tinggi dan gula baik gula komplek atau karbohidrat maupun gula sederhana yang cukup. Vitamin C sangat penting untuk ketahanan tubuh (sistem imun).

Sementara itu, pada kurma kering, vitaminJumlah gula dalam kurma kering akan lebih tinggi per satuan bobotnya. Apalagi manisan kurma, kandungan gulanya akan sangat tinggi, sehingga bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih mungkin tidak baik untuk kesehatan. Kenapa harus kurma? Apakah tidak boleh buah lain? Kurma segar memang buah-buahan yang cukup manis, sehingga hampir tidak bermasalah bagi sebagian besar orang.


Dari penjelasan sederhana di atas, semoga kita dapat memahami bahwa sangat tepat anjuran Nabi Muhammad SAW untuk berbuka puasa dengan buah kurma segar (rothb) atau kurma kering. Jika tidak ada, cukuplah dengan air putih saja. Di Indonesia kita tentu sulit mendapatkan kurma segar, namun tak ada salahnya mengkonsumsi buah lain sebagai alternatif (Baca juga: Buah-buahan paling bermanfaat disaat Buka puasa). Asalkan saja buah-buahan tersebut memang baik dikonsumsi saat berbuka. Jangan lupa untuk menghindari berbagai produk kimiawi pada makanan saat kita berbuka puasa.

Selamat menjalankan ibadah puasa ;)

Selasa, 16 Juli 2013

6 Buah Terbaik untuk Dikonsumsi di Bulan Puasa Agar Tubuh Tetap Sehat

buah mangga segar saat puasa
Buah semangka yang segar adalah salah satu buah yang baik untuk buka puasa.

Kebutuhan akan cairan setelah seharian berpuasa membuat tubuh kita lemas di sore hari. Di saat berbuka puasa, air putih atau teh hangat / es teh mungkin jadi pilihan sederhana untuk berbuka. Namun, jika sedang tersedia, ada baiknya menikmati kesegaran dari buah-buahan yang sangat baik untuk mengembalikan kondisi tubuh.

Manfaat makan buah-buahan di bulan puasa sangatlah besar. Berikut ini beberapa buah-buahan terbaik untuk dikonsumsi pada bulan puasa, termasuk manfaat sehat apa saja yang diberikan terhadap tubuh kita;


1. Kurma
Yang paling pertama, tentu saja buah kurma. Lalu kenapa mesti kurma? Di saat berbuka puasa, organ pencernaan (khususnya lambung) butuh sesuatu yang lembut agar dapat kembali bekerja dengan baik. Jadi makanannya haruslah yang mudah untuk dicerna dan juga mengandung gula dan air dalam satu makanan. Tidak ada makanan yang mengandung gula dan air yang lebih baik daripada yang disebutkan oleh hadits Rasul.

Nutrisi makanan yang paling cepat bisa dicerna dan sampai ke darah itu adalah zat gula, terlebih makanan yang mengandung satu atau mungkin dua zat gula (kalau tidak glukosa, ya sukrosa).

Nah, dalam hal makanan dengan kandungan gula yang baik, kurma adalah makanan yang paling baik. Kurma mengandung zat gula yang tinggi yaitu antara 75-87% dan glukosanya sebanyak 55%, fructose (fraktosa) 45% lebih tinggi dari jumlah protein, minyak dan beberapa vitamin (seperti vitamin A, B2, B12). Fraktosa bakal diubah jadi glukosa dengan cepat dan langsung diserap oleh organ pencernaan, lantas dikirim ke seluruh tubuh, khususnya ke organ-organ inti seperti otak, syaraf, sel darah merah, dan sel pembersih tulang.

Bahkan, dalam buah kurma terkandung juga sejumlah zat penting lainnya seperti berikut: kalsium, sulfur, sodium, magnesium, cobalt, phosphor, potasium, seng (zinc), florin, nuhas (tembaga), salyolosa, dan sebagainya.

2. Buah Semangka
Berbeda dengan buah kurma yang merupakan buah impor dari timur tengah, semangka lebih mudah didapatkan di indonesia. Memakan semangka saat berbuka dapat mengatasi dahaga setelah seharian berpuasa. Buah merah ini juga dipercaya dapat menyejukkan tubuh karena kaya akan likopen. Selain itu, buah semangka mengandung banyak vitamin A dan C yang dibutuhkan tubuh.

3. Buah BlewahDengan mengkonsumsi buah blewah, kita dapat mencegah tubuh kekurangan cairan. Kandungan air yg tinggi pada buah blewah membantu tubuh mengatasi kondisi dehidrasi setelah 14 jam tidak mendapat asupan cairan. Blewah mengandung zat gula. Karena saat berbuka tubuh membutuhkan zat gula yang cepat diserap tubuh setelah seharian berpuasa, jika kurma tak tersedia, buah blewah mungkin bisa jadi alternatif yang baik.

Selain itu blewah mengandung kalium yang tinggi sehingga dapat memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

4. Buah PepayaBuah pepaya yg telah dikenal sebagai buah baik bagi proses pencernaan, pepaya sangatlah baik untuk dikonsumsi pada saat bulan puasa karena mengandung mineral yang cukup tinggi. Komposisi mineral yang terkandung dalam pepaya seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, seng, dan selenium sangat baik bagi tubuh. Selain itu pepaya kaya akan vitamin C yang membantu menjaga daya tahan tubuh.

5. Buah PisangBUah pisang merupakan salah satu buah terbaik untuk dikonsumsi di bulan puasa. Pisang kaya akan karbohidrat yang terusun dalam zat pati dan zat gula. Dua zat ini sangat dibutuhkan tubuh untuk cepat menggantikan energy saat berbuka. Selain mengandung vitamin A yang baik bagi tubuh, pisang juga mengandung kalium dan natrium, mineral yang baik untuk relaksasi otot.

6. Buah Mangga
Buah mangga dapat menjadi sumber energi sehingga buah ini baik untuk dikonsumsi di bulan puasa, selain memberikan energi kepada tubuh, mangga juga sangat baik kandungan serat dan vitaminnya. Karbohidrat yang terkandung di dalam buah ini menjadi penghasil energi yang dapat segera digunakan oleh tubuh. Selain itu mangga mengandung banyak vitamin seperti vitamin A,C dan B kompleks yang sangat baik untuk tubuh. Baca juga : Manfaat dan Khasiat Buah Mangga



Tips Puasa Sehat untuk Ibu Menyusui agar ASI Tetap Berkualitas

Tips puasa sehat untuk ibu menyusui
Ilustrasi : Tips puasa sehat untuk ibu menyusui

Ibu menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan, hal tersebut demi mempertahankan kualitas dan kuantitas ASI. Apalagi ibu menyusui sedang menjalankan program ASI Eksklusif dimana usia bayi menyusui belum genap 6 bulan, sehingga belum bisa diberikan MP ASI.

Menurut seorang pakar laktasi, dr Utami Roesli Sp.A, IBCLC, FABM, jika bayi masih belum berusia 6 bulan sebaiknya ibu tidak puasa dan tetap memberikan ASI eksklusif. "Menyusui adalah ibadah, puasa juga ibadah. Jadi, sebaiknya kalau bayi sudah lebih dari 6 bulan usahakan tetap puasa," kata dr Utami.

Walaupun telah melewat masa menyusui 6 bulan itu, Bayi masih tetap membutuhkan asupan ASi yang berkualitas, ibu menyusui yang ingin menjalankan ibadah Ramadhan dapat menjalankan ibadah puasa namun harus tetap mengkonsumsi makanan bergizi saat buka dan (hingga) sahur. Penelitian menunjukkan bahwa puasa dalam waktu yang sebentar tidak akan mengurangi asupan nutrisi dan jumlah ASI. Tetapi produksi ASI bisa berkurang jika ibu mengalami dehidrasi.

Bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa, tips puasa sehat berikut (dilansir dari Beauty Beyond Breast) akan sangat bermanfaat bagi anda dalam memberikan ASI berkualitas untuk sang bayi.

Tips Puasa Sehat untuk Ibu Menyusi

1. Perbanyak minum air
Guna menghindari dehidrasi serta pengurangan produksi ASI, ibu menyusui mesti mencukupi keperluan asupan cairan tubuh dengan banyak minum air. Cairan tubuh juga dapat didapatkan melewati air yang terdapat/terkandung didalam buah atau sayuran.

2. Minum susu

Ssusu serta product susu yang lain memiliki kandungan protein serta kalsium yang mutlak untuk perawatan jaringan tubuh serta manfaat untuk fungsi fisik yang lain.

3. Jauhi makanan pedas serta kafein

Makanan pedas dapat merubah mutu asi serta beresiko jelek pada kesehatan sang buah hati. Tidak jarang anak meng-alami diare bila ibu mengkonsumsi makanan yang pedas. Disamping menghindari makanan pedas, jauhi minuman yang memiliki kandungan kafein serta pemanis buatan layaknya kopi, teh, serta minuman bersoda. Kafein membuat ibu cepat dehidrasi serta dapat mengakibatkan sakit kepala. Baca juga : Aneka Menu Makanan Sehat untuk Ibu Menyusui.

4. Penuhi keperluan akan serat
sepanjang ramadan asam lambung lebih gampang melonjak serta mengakibatkan rasa tidak nyaman pada perut serta mulut. perihal ini juga dapat merubah ASI pada ibu menyusui. Untuk mencegahnya ibu mesti mencukupi keperluan serat dengan mengkonsumsi sayuran.

5. Makan tetap tiga kali sehari
Tak hanya makan pada saat waktu berbuka serta sahur, baiknya ibu menyusui juga makan satu kali lagi untuk pemenuhan gizi serta nutrisi dan mutu asi yang baik. Sesudah berbuka, ibu menyusui dapat makan satu kali lagi sesudah taraweh atau sesaat sebelum tidur (asal jangan langsung tidur setelah makan). Konsumsilah makanan sehat untuk ibu menyusui agar asupan gizi dan nutrisi tidak berkurang.

6. Istirahat yang cukup
Selain harus menjaga pola dan kualitas makanan, ibu menyusui juga perlu menjaga kesehatannya sendiri dengan istirahat yang cukup. Mungkin tidur di siang hari dibutuhkan. Coba untuk lebih giat pada pagi hari serta lebih enjoy di sore hari menjelang buka puasa.

Dengan beberapa langkah diatas, ibu yang menyusui gak perlu lagi untuk cemas dengan mutu ASI di sepanjang bulan Ramadan. Ibu menyusui dapat berpuasa dengan tenang tanpa mengganggu konsumsi asi untuk anak.

Jika memang khawatir terhadap kualitas ASI namun tetap ingin berpuasa, mungkin ada baiknya menjalankan puasa dengan cara saling silang antara berpuasa dengan tidak berpuasa. Baik dengan perbandingan 2:1 (dua hari tidak berpuasa) ataupun sebaliknya. Sisanya, anda tetap dapat mengganti "utang" puasa pada hari lainnya atau membayar Fidyah.


Selamat berpuasa ;)

Kamis, 11 Juli 2013

Kiat Puasa Sehat untuk Ibu Hamil dan Tips Sehat Sahur & Buka Puasa

Bolehkah ibu hamil berpuasa? Pertanyaan itu sering kali dilontarkan oleh ibu hamil di bulan Ramadhan. Menjalankan ibadah puasa bagi ibu hamil dapat dilakukan, asalkan saja kondisi tubuh dan kesehatan ibu hamil dalam keadaan sehat, sehingga tidak ada kekhawatiran akan efek buruk yang menimpa janin.

puasa sehat ibu hamil
Puasa sehat bagi ibu hamil dan aman bagi janin. Perhatikan terus kondisi kesehatan ;)

Bukan hanya itu, pemenuhan gizi ibu hamil juga harus tetap optimal untuk perkembangan janin, jadi asupan gizi dan nutrisi untuk ibu hamil tetap berjalan, walaupun waktunya berubah. di waktu imsak hingga berbuka, ibu hamil memang berpuasa alias menahan diri dari mengkonsumsi makanan atau minuman seperti biasanya. Namun pada saat berbuka, ibu hamil harus memenuku kebutuhan nutrisi dengan berbagai menu makanan sehat.


Bagi ibu hamil yang ingin menjalankan Ibadah puasa ramadhan, sebaikanya memperhatikan beberapa hal berikut ini :

Kehamilan Harus Normal.
Artinya, Anda dalam kondisi sehat, begitu pula sang janin. Untuk itu, Anda harus memeriksakan diri ke dokter sebelum menjalankan ibadah haji.

Atur Pola Makanan Sehat
Anda akan mendapatkan gizi yang seimbang jika makanan Anda terdiri dari padi-padian atau serelia, sayur atau buah-buahan, serta daging dan sayur. Jika memungkinkan, konsumsi buah-buahan yang paling bermanfaat saat sahur dan buka puasa.

Vitamin dan Mineral
Jangan lupa penuhi kebutuhan nutrisi seperti: asam folat (dari sayuran hijau, hati, daging dan telur), zat besi (dari hati ayam atau sapi, daging, kacang-kacangan atau sayuran berdaun hijau) dan kalsium (dari susu dan produk olahannya, tempe atau tahu, serta berbagai minuman yang difortifikasi dengan kalsium). Ingat, kecukupan vitamin dan mineral sangat penting untuk puasa sehat ibu hamil.

Cegah Dehidrasi dengan memenuhi Kebutuhan Cairan
Jika memang ingin puasa, usahakan untuk minum yang banyak di malam hari.

Jalani Olahraga Ringan, jika memungkinkan
Lakukan olah raga ringan saja. Bukan untuk mengurangi berat badan, tapi untuk memelihara kesehatan dan kebugaran Anda. Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan (kerja) atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah. Pastikan olah raga membuat kondisi tubuh anda bugar.

Hentikan saat Kondisi Kesehatan Menurun
Jika Anda merasa tubuh kurang enak atau tidak nyaman salama berpuasa, sebaiknya hentikan puasa Anda. Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:
  • Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.
  • Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melili.
  • Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabi.
  • Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
  • Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa.
Utamakanlah kesehatan anda dan jangan memaksakan diri untuk berpuasa, karena mungkin bisa berisiko bagi kesehtan Anda maupun janin. Jika perlu periksakan diri Anda ke dokter.

Tips Sehat saat Sahur dan Buka Puasa

Tips Sehat Sahur

  1. Di waktu Sahur, hindari karbohidrat Sederhana (seperti permen dan cokelat), karena akan merangsang produksi hormon insulin untuk membakar guka dalam darah. Jika kadar gula turun, Anda akan lemas, pusing dan perut terasa perih. Oleh karena itu, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi dan sayur, serta ikan pepes, atau tumis tauge dengan telur rebus. Makanan seperti ini dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Jangan lupa minum susu sebagai sumber protein, mineral dan vitamin.
  2. Pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.
  3. Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh. Baca juga : Makanan sehat sumber zinc (seng)
  4. Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.
  5. Perbanyaklah meminum air, agar tubuh tidak kekurangan cairan saat berpuasa. Jika memungkinkan, minumlah air sebanyak 2 liter diantara waktu berbuka hingga sahur. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.

Tips Sehat Saat Berbuka Puasa

  1. Saat waktu buka puasa tela tiba, awali berbuka dengan memilih makanan sehat yang tidak langsung memberatkan kerja alat penceranaan. Setelah itu, minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung. Konsumsi buah atau olah menjadi jus.
  2. Kemuadian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kurma, atau santaplah kolak jika menu tersebut adalah favorit anda.
  3. Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.


Dari berbagai sumber |

Selasa, 09 Juli 2013

Tubuh Anda butuh Puasa. Inilah Alasannya

Suatu kesempatan terbaik bisa berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan. Umat muslim menjalankan ibadah berpuasa, sudah bukan rahasia lagi bahwa berpuasa itu menyehatkan, bukan hanya semata-mata anjuran agama, namun secara medis atau ilmiah hal tersebut sudah nyata.

puasa sehat
Puasa itu menyehatkan ...

Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Menurut The National Academy of Sciences, manfaat puasa bagi kesehatan diantaranya adalah menambah ketahanan tubuh terhadap stres, meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi risiko terkena berbagai penyakit, dan bahkan membuat awet muda dan panjang umur. Berikut adalah beberapa manfaat berpuasa bagi kesehatan kita :
  1. Bagi anda yang ingin menurunkan berat badan. Berpuasa di bulan Ramadhan membantu anda untuk mewujudkannya. Saat uasa lemak yang dibakar lebih banyak karena terjadi perubahan drastis dalam pola asupan kalori sehingga dapat dimanfaatkan sebagai shock therapy bagi metabolisme badan dalam membakar lemak lebih banyak. bagi anda yang menjalankan diet khusus, jalani beberapa tips diet sehat saat berpuasa
  2. Penurunan berat badan dan meningkatnya sensitivitas insulin saat berpuasa akan membantu dalam kontrol terhadap diabetes dan mengurangi tekanan darah. Bagi anda yang menderita diabetes, ada baiknya menjalankan ibadah puasa, namun harus tetap memperhatikan kondisi kesehatan anda. Baca: Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes.
  3. Berpuasa di bulan ramadhan berfungsi sebagai proses detoksifikasi atau proses pengurangan kadar racun dari dalam tubuh karena zat racun yang tersimpan lemak akan larut lalu dikeluarkan dari tubuh.
  4. Meningkatkan kondisi mental, kewaspadaan, dan fokus karena beberapa hormon tertentu seperti endorfin mengalami peningkatan dalam darah setelah beberapa hari berpuasa.
  5. Menghentikan atau setidaknya mengurangi berbagai kebiasaan buruk atau pola hidup tidak sehat yang merugikan kesehatan seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, menggunakan narkoba, begadang, dan lain-lain. Jelas sekali menghentikan berbagai kebiasan yang merugikan kesehatan tersebut akan membuat Anda lebih sehat, awet muda, dan panjang umur.
  6. Mengurangi dan mengendalikan nafsu makan yang berlebihan. Saat berbuka puasa, Anda akan menyadari betapa sedikit saja mengonsumsi makanan dan minuman sudah cukup membuat perut kenyang dan memuaskan napsu makan Anda. Hal tersebut akan membuat Anda lebih bijak dalam menentukan seberapa banyak porsi makan Anda termasuk setelah bulan puasa berakhir.
  7. Dengan berpuasa, kita melatih kedisiplinan dalam pola hidup sehat. Memen puasa menjadi ajang melatih diri agar lebih disiplin dalam mengatur waktu makan, tidur, dan beraktivitas. Pengaturan disiplin waktu makan dan kebutuhan untuk beristirahat (tidur) yang cukup agar dapat beraktivitas optimal di keesokan harinya akan membuat pola hidup Anda lebih sehat. Jadi, manfaatkan bulan Ramadhan untuk membuasakan diri dengan pola hidup sehat.
  8. Mencegah berbagai jenis penyakit kardiovaskular terkait kolesterol. Manfaat ini diperoleh karena saat berpuasa terjadi perbaikan profil lipid darah, termasuk penurunan level LDL (kolesterol buruk) sehingga rasionya lebih rendah daripada HDL (kolesterol baik).
  9. Mengalihkan penggunaan glukosa ke lemak sebagai sumber energi secara perlahan sehingga mencegah kerusakan otot. Penggunaan lemak untuk energi akan membantu menurunkan berat badan, mempertahankan massa otot, dan dalam jangka panjang akan mengurangi kadar kolesterol darah.

Dibalik hikmat diperintahkannya umat muslim untuk berpuasa selama sebulan penuh sudah sangat pas. menurut penelitian, puasa lebih dari 30 hari dapat beresiko menimbulkan beberapa masalah kesehatan.


Untuk melengkapi pemahaman mengenai apa saja manfaat Puasa bagi kesehatan secara ilmiah, baca juga : 20 Bukti Ilmiah Manfaat Tersebunyi Puasa Ramadhan



Puasa Sehat bagi Penderita Sakit Maag dan Diabetes

tips puasa sehat bagi penderita sakit maag

Tujuan berpuasa selain ibadah adalah menyehatkan tubuh, kendati kita harus menghindari aneka makanan maupun minuman yang merupakan sumber nutrisi dan energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Manfaat sehat tersebut tidak mengecealikan para penderita sakit Maag dan Diabetes.

Menurut dr. Jeffry Tenggara, Sp.PD., internisdi MRCCC Siloam Hospital Semanggi dan Hemato-Oncology residence FKUI-RSCM Jakarta, sebagaimana dikutip dari situs duniafitnes.com, puasa akan menjadi hal yang cukup berat bagi penderita diabetes & sakit maag, namun hal ini juga bukan merupakan suatu halangan untuk berpuasa dengan beberapa catatan tentunya.

Puasa Sehat bagi Penderita Sakit Maag

Untuk penderita sakit maag, sebaiknya anda memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter untuk mengetahui apakah Anda termasuk penderita yang aman atau tidak untuk ikut berpuasa, jangan mengambil resiko yang berbahaya. berpuasa itu memang wajib, namun harus memperhatikan kondisi kesehatan, jika memang sakit, tidak perlu berpuasa akan tetapi digantikan dengan ibadah lain yang sudah ditentukan, misalnya membayar fidyah jika tidak bisa mengganti puasa anda pada waktu lain di luar bulan Ramadhan.

Penderita sakit maag organik tidak disarankan untuk berpuasa. Lain hal bag para penderita sakit maag non organik, anda memang bisa menjalankan ibadah puasa, namun perlu diperhatikan bahwa yang terpenting adalah pengaturan pola makan yang tepat dan penggunaan obat untuk menekan produksi asam lambung. Konsumsi makanan sehat sangat penting.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan bagi para penderita sakit maag yang akan berpuasa sebagaimana yang disampaikan dr. Jeffry :

  1. Pada saat berbuka, jangan langsung makan dalam porsi besar. Berbukalah dengan makanan ringan atau buah dalam porsi kecil dan dilanjutkan dengan makanan porsi lengkap setelah selesai sholat maghrib.
  2. Pada saat berbuka puasa dan sahur, konsumsi makanan tinggi serat dan dengan kadar indeks glikemik yang rendah seperti nasi merah dan roti gandum.
  3. Jangan pernah melewatkan makan sahur dan makanlah dengan porsi lengkap. Kebiasaan buruk yang terjadi adalah makan sahur sering terlewat karena ketiduran atau sahur hanya dengan nasi dan mi instan saja. Anda perlu memperhatikan kedisiplinan dalam makan dan kualitas menu makanan. Hindari makan yang berminyak dan berlemak karena justru mempercepat pengosongan lambung dan mudah menjadi cepat lapar.
  4. Hindari makanan yang terlalu manis saat sahur, karena akan memicu hormon insulin berlebihan dan terjadi kondisi hipoglikemi (kadar gula rendah).
  5. Hindari sayuran seperti kubis atau kol karena dapat meningkatkan produksi gas dalam lambung.

Puasa Sehat Bagi Penderita Diabetes

Sementara itu bagi para penderita diabetes, mereka yang sudah termasuk dalam kategori berusia lanjut (diatas 60 tahun) dan atau dengan komplikasi penyakit jantung dan hipertensi juga tidak disarankan berpuasa, namun tidak mutlak dan melihat fakta kondisi fisik dan kesehatannya. Mintalah saran khusus kepada dokter anda.

Bagi diabetisi pengguna obat oral, perlu penyesuaian dosis & waktu minum obat dengan waktu berpuasa. Jika anda memutuskan untuk berpuasa, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan bagi para penderita diabetes yang akan berpuasa menurut dr. Jeffry :
  1. Tidak boleh melewatkan makan saat berbuka dan sahur dengan alasan apapun. Pola makan saat puasa adalah sama dengan pada saat tidak berpuasa. Makan berlebihan saat berbuka dan melewatkan atau hanya makan sahur sekedarnya berbahaya bagi diabetisi karena bisa menyebabkan peningkatan dan penurunan gula darah secara drastis.
  2. Saat berbuka, konsumsilah karbohidrat kompleks seperti nasi merah dengan banyak serat dari sayuran atau buah kurma (bukan manisan kurma). Jangan mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti sirup atau kolak manis untuk mencegah lonjakan gula darah.
  3. Saat sahur, tidak disarankan makan sekadarnya seperti hanya mi instan atau sepiring nasi goreng karena bisa berakibat tidak dapat mempertahankan gula darah saat berpuasa. Namun juga tidak disarankan makan sahur berlebihan karena bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang akan membuat Anda merasa lemas seharian.
  4. Pengaturan obat penurun gula atau insulin. Untuk pengguna obat oral, dosis disesuaikan dengan perubahan pola makan saat puasa. Untuk obat dosis sekali sehari, minumlah saat berbuka dengan dosis yang sama. Untuk obat dosis 2 kali sehari, dosis pertama diminum saat berbuka, lalu setengah dari dosis kedua saat sahur. Untuk obat dosis 3 kali sehari, turunkanlah menjadi 2 kali sehari saat berbuka dan sahur. Bagi pengguna suntikan insulin sekali sehari, suntikkan saat berbuka.Untuk dosis suntikan 2 kali sehari, dosis awal diberikan penuh saat berbuka dan setengah dari dosis kedua saat sahur.


Intinya, kenalilah kondisi kesehatan tubuh anda sebelum menjalankan puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga Anda semakin sehat!