Rabu, 20 Agustus 2014

1001 Fungsi Serat Untuk Kesehatan Tubuh

manfaat serat
Fungsi serat atau manfaat serat untuk kesehatan tubuh ternyata sangat banyak dan tidak bisa dianggap enteng. Ketika tubuh kekurangan serat beberapa penyakit bisa saja hinggap seperti diabetes, kanker dan penyakit jantung. Silahkan baca dalam artikel Penyakit akibat kekurangan serat.

Secara garis besar sumber serat dibagia dua, yaitu Serat Nabati dan Serat Hewani. Serat nabati berasal dari buah-buahan dan sayuran. Sedangkan serat hewani berasal dari daging. Silahkan baca ebih lengkap dalam artikel Makanan yang mengandung serat tinggi.

A. Macam-Macam Jenis Serat


1. Serat larut

Perasaan penuh di perut berasal dari serat larut. Ini juga membantu mengontrol gula darah pada penderita diabetes dan kadar kolesterol. Diantara sumbernya adalah sayuran, buah dan produk kedelai.

2. Serat tak larut

Bermanfaat mencegah sembelit dan buang air besar keras. Jangan lupa untuk banyak minum jika anda banyak makan serat. Diantara sumbernya adalah sereal, kulit buah dan kacang-kacangan.

B. Fungsi Serat Bagi Kesehatan Tubuh


1. Mengatasi sembelit/susah buang air besar

Serat dapat menjaga kadar air dalam saluran pencernaan. Oleh karena itu serat dapat membantu memperlunak konsistensi tinja, sehingga mudah dikeluarkan dan membantu mengatasi susah buang air besar

2. Mencegah wasir.

Konsistensi tinja yang lunak akan membantu mengurangi kerja gerakan otot rektal dan mengurangi tekanan pada rektum sehingga wasir dapat dicegah.

3. Mengontrol berat badan / Membantu diet.

Mengkonsumsi makanan tinggi serat dan mengurangi lemak dan gula dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini dapat dibuktikan, karena makanan tinggi serat menghasilkan energi jauh lebih sedikit dibanding lemak dan gula. Selain itu, serat juga menimbulkan perasaaan kenyang lebih lama sehingga konsumsi makanan dapat dikurangi.
  • 1 gram lemak = 9 kalori
  • 1 gram karbohidrat = 4 kalori
  • 1 gram protein = 4 kalori
  • 1 gram serat = 0 kalori

4. Mengontrol kolesterol dan menurunkan resiko sakit jantung/stroke.

Serat dapat mengikat kolesterol dan asam empedu serta membawanya keluar dari tubuh bersama dengan tinja, sehingga konsentrasi lemak dan kadar kolesterol dalam darah menurun dan kemungkinan resiko sakit jantung/stroke juga turun.

5. Mencegah kanker kolon.

Serat dapat mempercepat lewatnya makanan dalam saluran pencernaan sehingga memperpendek waktu transit dan membantu mencegah paparan bahan penyebab kanker pada saluran pencernaan.

6. Untuk Jantung Sehat

Kandungan asam lemak tak jenuh dalam kacang-kacangan diyakini dapat mencegah penyakit jantung. Sementara, kandungan seratnya dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

Riset yang dipublikasikan melalui American Journal of Clinical Nutrition pada September 1999 menunjukkan bahwa serat merupakan perisai tubuh untuk melawan penyakit jantung, dimana riset itu memperlihatkan bahwa wanita yang mengkonsumsi sedikitnya 25 gram serat per hari memiliki resiko 40 % lebih rendah akan serangan jantung dibandingkan wanita yang mengkonsumsi serat kurang dari 9 gram perhari.

Para Ilmuwan mencermati tendensi tubuh akan melepaskan timbunan kolesterol dari dalam aliran darah pada saat menganut pola makan tinggi serat. Hal ini mencegah penumpukan kolesterol dalam arteri atau pembuluh darah yang dapat mengakibatkan penyakit jantung.

7. Membantu Menjaga Berat Badan Ideal

Serat dapat menghambat proses penyerapan lemak serta membantu mengurangi asupan kalori. Bila Anda memilih makanan kaya serat, ini akan menciptakan rasa kenyang lebih cepat. Konsumsi serat mengakibatkan pelepasan cholecystokinin yang merupakan hormon yang diproduksi usus kecil yang memicu perasaan kenyang pada otak, akibatnya Anda akan mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih sedikit.

Mengombinasikan sayur mayur dengan nasi atau pasta dapat membantu Anda mengkontrol porsi makanan. Journal of Nutrition pada April 1997 menunjukkan bahwa makin banyak konsumsi serta, makin tinggi pula porsi lemak makanan yang terbuang saat buang air besar. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan lemak tersebut dibuang dan tidak diserap tubuh.

8. Mencegah Resiko Diabetes.

Serat, khususnya jenis serat yang larut dalam air (water-solute fiber) juga dapat membantu memperbaiki sensivitas insulin, yang dapat memperbaiki kontrol atas pelepasan insulin akibat konsumsi bahan pangan karbohidrat dan protein.

Hal ini dapat membantu memperbaiki kondisi penderita diabetes, dan menjaga manusia sehat agar terhindar dari kondisi diabetes. Sebuah studi menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 2 dapat memperbaiki tingkat gila darah dan kolesterol melalui penerapan pola makan tinggi serat.

Dan studi dalam journal of American Medical Association pada 12 Februari 1997 membuktikan bahwa partisipan yang mengkonsumsi serat dalam jumlah besar memiliki resiko lebih rendah akan kondisi diabetes ketimbang mereka yang minim konsumsi serat.

9. Membantu Proses Pencernaan yang Sehat

Ubi, singkong, roti berkandungan gandum tinggi dan oatmeal adalah makanan sumber energi yang terbaik karena karakternya yang lambat serap. Bahan-bahan tersebut menyediakan glukosa sebagai sumber energi otot dalam bekerja dan proses pertumbuhan dan dicerna lebih pelan ketimbang sumber karbohidrat yang lain.

Persentase seratnya yang tinggi memperlambat proses pencernaan atas sumber karbohidrat kompleks tersebut. Kondisi lambat serap tersebut mengakibatkan karbohidrat masuk ke dalam darah secara perlahan dengan konsistensi yang lebih baik serta tahan lebih lama.

Karbohidrat lambat serap menjadikan tubuh cenderung menyimpan karbohidrat sebagai glikogen dalam otot, bukan sebagai lemak tubuh.

10. Untuk Tampilan Otot Lebih Padat

Sayur mayur kaya serat seperti brokoli, kembang kol, dan bayam, memiliki kandungan yang disebut indoles. Indoles dapat sedikit menekan tingkat estrogen pada pria dan sedikit meningkatkan kadar testoteron. Hal ini sangat kondusif untuk mencapai tampilan fisik yang lebih keras dan padat, serta sintesa protein yang lebih baik untuk pembentukan otot.

11. Mencegah Kanker

Konsumsi serat diyakini dapat mencegah kanker usus. Para peneliti mencermati bahwa serat dapat membantu menjaring zat-zat penyebab kanker dan lalu membuangnya dari dalam usus. Bahkan sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi 26 gram serat perhari memiliki resiko 25 % lebih kecil atas kanker usus dibandingkan partisipan yang hanya mengkonsumsi 8 gram.

C. Takaran Konsumsi Serat


1. Untuk orang dewasa dan manula

ADA (American Dietetic Association), National Cancer Institute dan American Cancer Society merekomendasikan konsumsi serat antara 25 hingga 35 gram setiap hari atau 10 hingga 13 gram serat per 1000 kcal setiap harinya. Misalnya bila asupan makanan seseorang adalah 2000 kcal, maka kebutuhan seratnya adalah antara 20 hingga 26 gram setiap hari.

2. Untuk anak-anak dan remaja umur 2 hingga 20 tahun

Menurut rekomendasi ADA (American Dietetic Association), kebutuhan seratnya sama dengan umur (dalam tahun) ditambah 5 gram serat setiap hari. Misalnya untuk anak berusia 5 tahun, maka kebutuhan seratnya adalah 10 gram atau (5 + 5) gram setiap hari. Kebiasaan pola makan yang kaya serat sebaiknya diperkenalkan sejak dini, misalnya 2 tahun, karena pada masa inilah seseorang belajar akan pola makan yang sehat. Pola makan dengan kandungan gizi lengkap-seimbang pada masa ini menjadi sangat penting karena merupakan langkah pencegahan akan beragam penyakit degeneratif di masa dewasa dan tua. Pada usia 20 tahun, kebutuhan seratnya sudah mencapai 25 gram atau (20 + 5) gram serat setiap hari.

D. Penyakit Akibat Kekurangan Serat


Kurangnya konsumsi serat dalam tubuh bisa menyebabkan timbulnya beberapa penyakit. diantaranya penyakit jantung, kolesterol, sembelit, diabetes, Hemorrhoids, kanker dan Irritable bowel syndrome (IBS). Penjelasan lebih lengkap pada artikel Penyakit yang disebabkan kurangnya konsumsi serat.

Senin, 18 Agustus 2014

Stres, Tapi Mengapa Badan Tambah Gemuk?




Saat menghadapi stres biasanya kita cenderung jadi tak bersemangat, susah tidur, dan pikiran terus terfokus pada masalah yang dihadapi. Dalam kondisi demikian, mengapa berat badan tak kunjung turun, bahkan malah bertambah?

Setidaknya ada dua alasan mengapa saat stres kita sering bertambah gemuk. Pertama, kita menjadi lebih sering mengasup makanan yang menimbulkan rasa nyaman. Makanan tersebut biasanya adalah makanan tinggi kalori dan juga tidak sehat.

Hormon-hormon yang dihasilkan tubuh ketika kita sedang stres ternyata juga dapat membangkitkan rasa lapar sehingga kita jadi makan berlebihan.

Selain keinginan makan, stres ternyata juga berpengaruh pada proses metabolisme tubuh. Dalam sebuah penelitian terungkap, saat stres metabolisme tubuh sedikit lebih lambat. Dibanding dengan orang yang tidak stres, mereka yang stres tubuhnya membakar kalori 104 lebih sedikit dalam 24 jam. Jumlah tersebut dalam setahun setara dengan 5 kg!

Sudah metabolisme lebih lambat, kita juga cenderung memilih makanan tidak sehat. Tak heran kalau tubuh semakin melar meski kita mengeluh sedang stres.

"Saat Anda merasa stres dan putus asa, berhati-hatilah terhadap apa yang Anda makan. Simpanlah makanan sehat di kulkas karena saat stres biasanya kita ingin mengasup sesuatu yang cepat disantap," kata Jan Kiecolt-Glaser, peneliti dari Ohio State University yang melakukan studi ini.

Ia menambahkan, meski sulit menghindari stres dalam kehidupan modern, tapi kita bisa mengenali apa yang jadi pemicunya dan mengubah perilaku saat menghadapi stres. Termasuk mengubah pola makan menjadi lebih sehat.

sumber: health.kompas.com

Jumat, 15 Agustus 2014

5 Bahaya Makanan Pedas




Selain menantang, aneka keripik pedas atau ramen yang menyediakan level-level tertentu untuk menunjukkan tingkat kepedasannya juga membuat seseorang merasa bangga jika ia sukses melahap Si Keripik Pedas. ­­Memang, sih, cabai yang menjadi sumber pedas mempunyai banyak manfaat.

Sebut saja kandungan vitamin C yang tinggi, kandungan capsaicin yang dapat membunuh sel kanker, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, dan mengendalikan pencemaran mikroba pada makanan. Namun, seperti kata pepatah lama, segala yang berlebihan tidak akan menimbulkan kebaikan. Begitu juga ketika Anda memakan terlalu banyak makanan pedas.

Diare
Makanan pedas dapat mempercepat gerakan di usus yang mempermudah terjadinya diare. Ketika makanan pedas sudah sampai di usus besar, efek iritasi dari makanan pedas ini akan langsung terasa. Kemudian tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus untuk meredakan gejala iritasi. Perlu disadari, setiap orang memiliki kepekaan usus yang berbeda sehingga daya tahan terhadap makanan pedas akan berbeda pula. Jika Anda termasuk sensitif pada makanan pedas, sebaiknya batasi konsumsi makanan pedas.

Gastritis
Konsumsi makanan pedas yang terlalu sering dapat menyebabkan permukaan lambung menjadi rapuh dan mudah mengalami luka. Penyakit itu disebut gastritis alias mag, yang terjadi karena adanya peradangan pada lapisan lambung. Pasalnya, lambung yang sering ditimpa makanan pedas mengakibatkan lapisan-lapisannya menipis dan rentan terkena infeksi.

Alergi
Pernah merasa lidah Anda terbagi menjadi pola-pola tertentu yang mengakibatkan makanan jadi terasa hambar? Hal tersebut dipercaya sebagai akibat dari alergi pada lidah. Sama halnya dengan makanan atau minuman yang terlalu panas, makanan pedas pun dapat mengakibatkan beberapa bagian lidah alergi sehingga nafsu makan Anda berkurang karena ketidaknyamanan.

Sensitivitas lidah berkurang
Pengonsumsian makanan pedas yang berlebihan dapat mengurangi sensasi rasa secara permanen sehingga lidah tidak lagi responsif dalam mengecap rasa. Jika Anda merasa semakin lama semakin kuat mengonsumsi makanan pedas, sebaiknya berhati-hati. Bukan berarti Anda semakin terbiasa, bisa jadi sensitivitas indera pengecap berangsur aus. Paling fatal, lidah tidak lagi berfungsi maksimal untuk menentukan porsi makanan pedas yang dapat kita tolerir.

Insomnia
Makanan pedas pun dapat mengganggu pola tidur. Sejatinya, tubuh Anda perlu rileks ketika Anda hendak tidur, terutama pada siklus pertama menuju saat terlelap karena makanan pedas juga dapat meningkatkan temperatur tubuh dan memicu detak jantung lebih cepat. Maka hindari makanan pedas sebelum Anda pergi tidur, ya!

Sumber: kompas.com

Kamis, 14 Agustus 2014

6 Manfaat Sehat dari Makanan Pedas




Makanan pedas merupakan makanan yang unik. Menusuk lidah dengan sensasi panasnya, namun rasanya tetap disukai oleh banyak orang. Bahkan ada pula yang berprinsip, tidak bisa makan tanpa makanan pedas.

Satu teori yang mungkin menjelaskan hal ini adalah manusia menyukai sensasi. Manusia secara aneh menemukan kenikmatan dari hal-hal yang seharusnya menakutkan dan menyakitkan, seperti menaiki roller coaster atau berlari maraton. Ini adalah pertarungan antara pikiran dan tubuh, dan dimenangkan oleh pikiran.

Di samping itu, di balik sensasi pedas yang menusuk lidah, makanan pedas juga memiliki segudang manfaat kesehatan bagi tubuh. Simaklah 6 manfaat makanan pedas berikut.

1. Menurunkan berat badan
Makanan pedas dapat meningkatkan metabolisme yang berdampak pada penurunan berat badan. Penelitian menunjukkan senyawa utama dalam cabai yang disebut capsaicin memiliki efek termogenik dan membantu tubuh untuk membakar lebih banyak kalori setelah makanan dimakan.

2. Menyehatkan jantung
Penelitian menunjukkan, orang yang terbiasa memakan makanan pedas memiliki jumlah insiden serangan jantung dan stroke yang lebih kecil. Alsannya karena cabai dapat mengurangi efek merusak dari kolesterol "jahat" atau Low Density Lipoprotein (LDL) dan capsaicin memiliki efek antiinflamasi. Inflamasi merupakan faktor risiko dari penyakit jantung.

3. Mencegah kanker
Menurut American Association for Cancer Research, capsaicin memiliki kemampuan untuk membunuh sel kanker dan leukemik. Rempah-rempah tertentu seperti kunyit yang ditemukan dalam bubuk kari dan mustard dapat memperlambat penyebaran kanker dan pertumbuhan tumor. Kombinasi kunyit dengan lada hitam akan membuat efeknya berlipat ganda.

4. Menurunkan tekanan darah
Vitamin A dan C dapat memperkuat dinding otot jantung, dan panas dari lada akan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Sehingga dengan mengonsumsi makanan mengandung lada secara keseluruhan dapat memperbaiki sistem kardiovaskular.

5. Memperbaiki mood
Makanan pedas dapat meningkatkan produksi hormon yang membuat perasaan menjadi bahagia, seperti serotonin. Maka makanan pedas dapat membantu meringankan depresi dan stres.

6. Mencegah Parkinson
Sebuah penelitian baru yang dipublikasi dalam jurnal Annals of Neurology menemukan bahwa mengonsumsi lada dua kali seminggu dapat membantu mengurangi risiko mengembangkan penyakit Parkinson hingga lebih dari sepertiganya. Hal ini berhubungan dengan kandungan nikotin dalam lada yang dapat mencegah kerusakan saraf.

Namun konsumsi makanan pedas perlu tetap di jaga jumlah dan intensitasnya, karena selain mempunyai efek positif makanan pedas pun memiliki beragam efek negatif.

Sumber:  health.kompas.com

Rabu, 13 Agustus 2014

Makanan yang Bantu Atasi Stres dan Cemas



Banyak orang yang memilih untuk makan junk food seperti es krim, cookies, atau donat saat merasa sedih, galau, stres ataupun cemas. Namun sebenarnya bukan itu makanan yang seharusnya dipilih, karena ada makanan-makanan tertentu yang dapat mencegah sekaligus mengatasi kegalauan.
Jeanne Ricks, direktur kesehatan holistik dari CIty College, New York, mengatakan, ada makanan tertentu yang secara positif dapat mengubah senyawa kimia otak. Bahkan, dengan mengonsumsi makanan-makanan tertentu ini, sebagian orang tak perlu lagi mengonsumsi obat antidepresan untuk mengusir stres mereka.
"Makanan ini tidak hanya meningkatkan mood, tetapi juga dapat mengurangi kadar stres dan cemas. Maka sebelum mengonsumsi obat antidepresan, makanan sebetulnya juga bisa dijadikan terapi," ujarnya.
1. Cokelat hitam
Cokelat hitam selama ini diketahui mampu mengurangi kadar kolesterol "jahat", mengurangi tekanan darah, mengurangi risiko penyumbatan aliran darah. Namun ternyata para pakar juga menggunakannya untuk mengurangi risiko gangguan mood. Hampir sama dengan wine, cokelat hitam mengandung resveratrol, antioksidan yang memperbaiki sistem imun. Senyawa ini juga dapat meningkatkan produksi endorfin di otak yang merupakan target dari obat-obatan antidepresan.
2. Buah dan sayur
Pakar mengaitkan diet sehat dengan mood dan kesehatan jantung yang lebih baik, salah satunya yaitu dengan mengonsumsi buah dan sayur. Mengurangi konsumsi gula buatan dan menggantinya dengan sayur dan buah merupakan cara yang baik dalam meningkatkan kadar serotonin.
3. Telur
Mengandung nutrisi esensial seperti protein, kalsium, vitamin D dan A, tiamin, riboflavin, dan pantotenik, telur dapat menjadi salah satu pilihan terapi untuk gejala depresi. Telur juga merupakan bahan pangan yang alami dan kaya mineral sehingga dapat memberikan rasa nyaman bagi tubuh.
4. Ikan berlemak
Ikan berlemak, khususnya asam lemak omega-3 merupakan salah satu makanan yang disarankan untuk mengobati dan mencegah penyakit jantung. Namun makanan ini juga bermanfaat untuk mengatasi gangguan mood, termasuk depresi, gangguan bipolar, dan skizofrenia. Asam eikosapentaenoat (EPA) yang merupakan asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam salmon, tuna, dan ikan berlemak lainnya dapat mengurangi peradangan di otak, sementara asam dokosapentaenoat (DHA) dapat memperbaiki persinyalan pada senyawa-senyawa kimia dalam otak.


Sumber: health.kompas.com

Selasa, 12 Agustus 2014

8 Cara Ampuh Mengecilkan Ukuran Paha

Tumpukan lemak yang berada di paha tentu bukanlah hal yang menyenangkan. Biasanya tumpukan lemak tersebut akan membuat tubuh kita menjadi terkesan pendek dan tidak berbentuk. Bagi seorang wanita hal tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk segera diatasi. Selain dapat mengganggu penampilan, paha yang berukuran besar juga akan mengurangi rasa percaya diri kita.

Bagaimana cara menurunkannya? Berikut akan saya berikan beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mengecilkan ukuran paha anda.

Mengecilkan Ukuran Paha
Berolahraga

Cara pertama yang dapat anda lakukan untuk membentuk paha yang ramping adalah dengan berolahraga. Biasakan berolahraga rutin setiap hari setidaknya selama 1 jam. Lakukan olahraga seperti lari, bersepeda, berenang atau senam agar lemak pada paha dapat terbakar secara maksimal. Lakukan kegiatan olahraga ini rutin setiap hari agar ukuran paha anda segera mengecil.

Hindari makanan berlemak

Cara yang kedua adalah dengan menghindari makanan berlemak. Makanan yang mengandung lemak tidak baik bagi anda yang menginginkan bentuk paha yang ramping. Karena itulah untuk mengganti makanan tersebut anda dapat mengkonsumsi buah dan sayur. Kemudian, jangan lupa untuk mengurangi konsumsi karbohidrat putih seperti yang terkandung didalam nasi. Gantilah dengan memakan makanan yang mengandung karbohidrat coklat seperti roti gandum, nasi merah dan lain sebagainya.

Perbanyak minum air putih

Cara yang ketiga adalah dengan memperbanyak minum air putih. Seperti yang kita ketahui, air merupakan komponen yang sangat penting bagi tubuh kita. dengan mengkonsumsi air putih yang cukup, anda dapat mengeluarkan racun didalam tubuh kita. tak hanya itu, air putih juga dapat membantu kita untuk mengurangi lemak yang berada di tubuh termasuk bagian paha. Karena itulah, pastikan anda mengkonsumsi air puih sebanyak 8 hingga 9 gelas setiap harinya.

Protein

Cara yang keempat adalah dengan meningkatkan makanan berprotein tinggi. Jika anda harus menghindari karbohidrat dan lemak, namun kali ini lain halnya dengan kandungan protein. Kandungan protein didalam makanan merupakan zat yang baik untuk proses pengecilan paha anda. oleh karena itu, konsumsilah makanan yang mengandung protein tinggi namun memiliki kadar lemak dan karbohidrat yang sedikit.

Latihan kardio

Cara yang kelima adalah dengan melakukan latihan kardio. Latihan kardio sangat efektif digunakan sebagai aktifitas bagi anda yang menginginkan bentuk paha yang ramping. Sisihkan waktu anda setidaknya 3 kali dalam seminggu untuk melakukan aktifitas ini. Selain berfungsi sebagai pembakar lemak pada paha, latihan jenis ini juga sangat baik untuk mengencangkan otot-otot didalam tubuh.

Perhatikan asupan kalori

Cara yang keenam adalah dengan memperhatikan kalori makanan. Kalori sangat berpengaruh terhadap berat badan anda. Karena itulah, dengan mengamati setiap jumlah kalori pada makanan yang hendak kita makan merupakan hal yang penting untuk menjaga berat badan. Makanan yang rendah kalori sangat baik dikonsumsi bagi anda yang menginginkan bentuk tubuh dan paha yang ideal.

Mengatur pola makan

Cara yang ketujuh adalah dengan mengatur pola makan. Pola makan juga merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk proses mengecilkan paha. Jangan makan dengan porsi yang berlebihan jika anda ingin segera memiliki paha yang ideal. Selain itu, jangan lupa perhatikan setiap menu yang hendak anda santap. Lihat jumlah kalori dan kandungannya.

Vitamin C

Cara yang kedelapan adalah dengan mengkonsumsi buah yang kaya vitamin C. Vitamin C didalam buah sangat baik dalam proses pemusnahan lemak yang berada ditubuh termasuk pada bagian paha. Selain itu, vitamin C juga dapat melindungi tubuh anda dari serangan radikal bebas sehingga anda dapat lebih sehat.

Demikian 8 cara ampuh mengecilkan paha. Baca juga artikel tentang cara mengecilkan perut yang buncit dengan mudah. Selamat mencoba!