Kamis, 10 Juli 2014

Makanan yang Dianjurkan Saat Sahur




Sahur adalah waktu memberikan asupan gizi dan nutrisi untuk tubuh. Bila salah dalam memilih menu, Anda akan merasa lemas seharian. Jangan beranggapan makan banyak saat sahur bisa membuat perut kenyang lebih lama. Kuncinya adalah pada pemilihan makanan.

"Sebisa mungkin makan sahur yang bisa bikin kenyang lebih lama, seperti serat dan karbohidrat kompleks," kata Ahli Gizi Dr. Inayah Budiasti, M.S.,SpGK.

Ia menambahkan bahwa tubuh lebih baik diisi dengan serat karena bisa lebih lama berdiam di lambung. Imbasnya, tubuh tidak terasa lemas. Karbohidrat kompleks diantaranya nasi, pasta dan oatmeal.

Tidak hanya gizi pada makanan, Dr. Inayah menyarankan agar penyajiannya pun diperhatikan.

"Jangan digoreng, lebih baik makan makanan yang berkuah karena tubuh mendapat kaldu dari makanan tersebut dan menambah stamina. Apalagi kaldu ayam," tambahnya.

Ia menyebutkan sayur sop sebagai contohnya karena bisa membuat perut kenyang lebih lama.

"Sayurnya bening ya, jangan mengandung santan soalnya bikin beban metabolisme lebih berat," ujarnya.


Sumber: life.viva.co.id
 

Selasa, 08 Juli 2014

Hindari Santap Empat Makanan Ini Saat Sahur



Sahur bisa disebut bekal untuk menjalani hari selama 13 jam tanpa asupan makan minum. Ada baiknya Anda mulai menyingkirkan makanan yang digoreng, santan dan mi instan. Sebab, ketiga jenis makanan itu bisa membuat perut lebih cepat lapar.

"Apalagi santan karena mengandung kalori tinggi jadi bikin siang sudah lemas," kata  Dr Inayah Budiasti, M.S.,SpGK, seorang ahli gizi saat dihubungi VIVAlife, Jumat, 4 Juli 2014.

Dr Inayah pun menjelaskan alasan kenapa ketiga jenis makanan itu sebaiknya dihindari saat sahur.

Makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng akan kehilangan gizi dan nutrisi bersamaan dengan minyak. Sedangkan tubuh membutuhkan gizi dan nutrisi selama kurang lebih 13 jam tidak makan minum.

Makanan mengandung santan
Dr Inayah mengatakan bahwa menyantap makanan bersantan saat sahur pada dasarnya tidak apa-apa. Namun, patut diketahui bahwa makanan bersantan mengandung kalori tinggi.
Akibatnya usai menyantap makanan bersantan, beban kerja atau beban metabolisme tubuh dipaksa bekerja keras saat pagi. Sementara itu, di siang harinya, tubuh sudah merasa lapar dan lemas.

Makanan pedas
Menurut Dr Inayah, makanan pedas sebaiknya dihindari saat sahur karena dapat merangsang asam lambung dan menimbulkan kembung
.
Mi instan
Makanan ini menjadi idola anak indekos saat sahur karena mudah dibuat dan mengenyangkan. Padahal, menurut Dr Inayah, makanan yang diawetkan seperti mi instan mengandung nutrisi rendah.
Saat berpuasa, aktivitas tidak berkurang banyak, sementara sel-sel tubuh berkurang. Oleh karena itu, diperlukan nutrisi dan gizi untuk mengganti sel-sel tubuh yang berkurang. Jadi, jangan sahur sekadar kenyang, namun perhatikan juga gizi dan nutrisinya.

Sumber: live.viva.co.id

Senin, 07 Juli 2014

Tahukah Anda? Berbuka Puasa dengan Teh atau Kopi Justru Bikin Dehidrasi




Waktu berbuka puasa seharusnya menjadi saat bagi tubuh untuk mendapatkan kembali energi dan cairan yang hilang setelah seharian berpuasa. Namun pemilihan jenis minuman ternyata juga berdampak pada proses rehidrasi tubuh.

Menurut dokter spesialis gizi klinik Saptawati Bardosono, minuman yang paling tepat untuk merehidrasi tubuh adalah air putih. Hanya saja, tidak sedikit pula orang yang lebih memilih berbuka dengan miuman dengan rasa, seperti teh atau kopi. 

"Teh atau kopi sebenarnya juga terdiri dari air yang dapat menghidrasi tubuh. Tapi kandungan kafein di dalam kedua minuman itu bisa membuat tubuh semakin kekurangan cairan," kata staf pengajar di Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini dalam talkshow kesehatan puasa di Jakarta, belum lama ini.

Kafein merupakan zat yang bersifat diuretik atau dapat memicu buang air kecil. Sehingga saat minum minuman yang berkafein, kandungan airnya memang dapat menghidrasi, namun akan lebih cepat dikeluarkan kembali akibat sifat diuretik tadi.

Bahkan, seringkali cairan yang dikeluarkan malah lebih banyak daripada cairan yang dimasukan. Inilah mengapa, minum teh atau kopi dikatakan justru membuat tubuh bertambah dehidrasi dan tidak disarankan sebagai minuman yang diminum saat berbuka puasa.

Kalaupun mau minum teh atau kopi, maka seseorang perlu minum lebih banyak air untuk mengganti cairan yang keluar. Padahal jangka waktu setelah berbuka hingga tidur tidaklah panjang. Sehingga orang lebih mungkin untuk kekurangan cairan yang tidak sempat digantinya setelah banyak buang air kecil.

Karena itu, Saptawati menyarankan untuk berbuka dengan air putih. Tujuannya untuk membebaskan tubuh dari dehidrasi tanpa memberikan dampak diuretik. Setelahnya, buah-buahan manis seperti kurma diperlukan untuk mengganti kadar karbohidrat dalam tubuh yang sudah menurun setelah berpuasa seharian.

Sumber: health.kompas.com

Minggu, 06 Juli 2014

Air Lemon Hangat dan Sejuta Manfaat

Minum air lemon hangat menjadi cara terbaik untuk memulai hari. Pasalnya, ada berbagai manfaat kesehatan yang bisa didapat.

Hal itu pun diungkapkan Dr Joel Kahn, seorang ahli jantung integratif dan profesor  kedokteran klinis. Menurutnya, air lemon bisa memberi manfaat baik bagi organ tubuh.

Sebagai permulaan, lemon sarat vitamin C, yang akan membuang racun dalam tubuh dan akhirnya meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi itu pun akhirnya  membuat kulit semua orang cerah dan tampak lebih fresh.  Selain itu, saat racun dibersihkan dari darah, kulit itdak mudah rentan terhadap kotoran dan keriput, paparnya.

Selain itu, vitamin C  merupakan antioksidan kuat, yang membilas tubuh dari radikal bebas yang dapat merusak sel-sel dan meningkatkan risiko kanker dan arthritis. Bahkan, vitamin C membantu meningkatkan sel dan jaringan dalam tubuh.

Dr. Kahn menambahkan, kandungan potasium pada lemon juga menjadikan minuman ini ideal untuk membantu kesehatan jantung. Pasalnya, potasium membantu mengatur aktivitas jantung.

Bukan hanya itu, air lemon hangat sudah dikenal bisa menjaga saluran kemih tetap sehat. "Air lemon akan membuang racun di dalam saluran kemih, sehingga bisa menyebabkan saluran kemih tetap sehat," kata Dr. Kahn, seperti dilansir Naturalnews.

Adapun dari air yang diminum, hal itu sangat penting bagi setiap orang yang ingin memaksimalkan kesehatan tubuhnya. Sebab, sekira 60 persen dari berat tubuh seseorang terdiri dari air, yang diperlukan organ dan sel-sel untuk berfungsi secara efektif. Artinya, minum air kian membantu fungsi organ tubuh bekerja.

"Terakhir, air hangat membantu untuk memastikan sistem pencernaan berfungsi dengan benar. Sehingga merangsang saluran pencernaan dan menghapus racun dalam tubuh," tutupnya.

Sumber: health.okezone.com

Sabtu, 05 Juli 2014

Jangan Simpan Makanan Segar Ini di Kulkas

 Seringkali orang menyimpan makanan di kulkas untuk menjaga kesegaran atau supaya tidak lekas basi. Bahkan terkadang hampir semua makanan langsung disimpan di kulkas, baik dalam kondisi masih tertutup maupun sudah terbuka.
Padahal tidak semua makanan bisa disimpan di kulkas untuk mempertahankan keawetannya. Berikut makanan segar yang sebaiknya tidak disimpan kulkas setelah dibuka.

1. Alpukat
Buah alpukat atau avokad biasanya kita beli dalam kondisi keras. Karena itu, buah ini pun perlu disimpan dulu untuk sekian waktu guna membuat strukturnya lebih mudah untuk dimakan. Buru-buru menyimpan alpukat di kulkas akan menghentikan proses pematangan dari buah. Karena itu, lebih baik alpukat disimpan di suhu ruang dan dihindari dari paparan cahaya matahari langsung.

2. Bumbu dapur segar
Meskipun sudah dibungkus rapat, sebaiknya bumbu dapur segar tidak disimpan di kulkas. Karena seperti kopi, bumbu dapur segar akan menyerap bau bahan-bahan makanan lain di sekitarnya, sehingga kehilangan baunya yang seharusnya.

3. Saus pedas
Saus pedas mengandung asam cuka yang tahan disimpan di suhu ruangan untuk waktu lama. Asam cuka bersifat mengawetkan sehingga saus pedas pun tidak perlu disimpan di dalam kulkas.

4. Melon
Setelah dibelah, banyak orang yang menyimpan melon di kulkas supaya tidak segera busuk. Namun ternyata menyimpannya di suhu ruang bisa menjaga kadar antioksidan di dalamnya.

5. Tomat
Tomat tidak seharusnya segera disimpan di kulkas begitu dibeli. Ini supaya ada kesempatan bagi tomat untuk menjadi sepenuhnya matang sebelum dikonsumsi. Bila sudah yakin matang, barulah tomat bisa disimpan di kulkas.

sumber: health.kompas.com

Jumat, 04 Juli 2014

Waspadai Kombinasi Makanan Saat Berbuka Puasa

Setelah menahan lapar dan dahaga setidaknya 14 jam di saat menjalani puasa Ramadhan membuat sebagian umat Muslim ingin menyantap berbagai makanan sekaligus saat bedug Magrib tiba. Tapi, perlu Anda waspadai bahwa kombinasi makanan yang salah justru akan berakibat fatal bagi kesehatan Anda.

Arabian Bussines, Minggu (30/6/2014), melansir beberapa kombinasi makanan salah yang seringkali dilakukan oleh umat Muslim yang tengah berpuasa. Berikut ulasannya:

Mengonsumsi Buah Setelah Makan
Mengonsumsi buah setelah makan dapat menyebabkan kekacauan di saluran pencernaan. Kandungan gula dalam buah sangat mudah dicerna oleh tubuh tubuh. Tetapi jika dicampur dengan protein dan lemak, kandungan tersebut justru akan tertinggal di dalam perut dalam jangka waktu yang lama.

Makanan Laut dan Daging
Mencampur seafood (makanan laut) dan daging tidak boleh dilakukan dalam satu kali makan. Tubuh Anda hanya membutuhkan satu protein yang terkonsentrasi pada satu jenis makanan. Mengonsumsi lebih dari satu protein yang berbeda dapat menyebabkan komplikasi gastrointestinal terutama jika dilakukan selama jangka waktu yang panjang.

Madu dan Protein
Hindarilah memanaskan madu pada makanan Anda seperti pada daging, salmon, ayam atau kacang-kacangan. Saat madu dipanaskan, sifat baik dari madu justru akan berubah menjadi gula.

Susu dan Jus Jeruk
Buah yang berasa asam dapat mengentalkan susu. Susu berasa asam inilah yang kemudian akan memproduksi zat lendir yang menyebabkan perut menjadi mual, peradangan kronis, serta bau mulut.

Es Krim
Campuran krim, telur, dan gula yang ada pada es krim akan sulit dicerna oleh pencernaan. Oleh karenanya, kandungan tersebut hanya akan menimbulkan berbagai masalah perut dan menghambat sistem pencernaan.

Pizza dan Saus Tomat
Tomat merupakan makanan yang asam dan tidak disarankan untuk dicampur dengan karbohidrat seperti tepung. Perpaduan makanan ini sangat tidak dianjurkan terutama pada waktu perut kosong. Konsumsi pizza dengan sayuran seperti bayam adalah solusi terbaik mengonsumsi pasta tanpa khawatir terkena masalah pencernaan.

Kurma dan Susu
Meski keduanya diketahui baik untuk tubuh, namun paduan kurma dan susu justru dapat menjadi racun yang mempengaruhi sistem penceraan. Jika anda penggemar paduan kurma dan susu, ada baiknya memastikan kurma telah dalam kondisi sangat matang. Sekedar tips, untuk memadukan kurma dan susu baiknya tambahkan sedikit kapulaga dan pala untuk merangsang pencernaan.

Keju dan Kacang-kacangan
Sama halnya dengan menggabungkan daging dan makanan laut, kombinasi keju dan kacang-kacangan juga bukan ide yang baik. Perpaduan kacang-kacangan dan keju membuat perut bekerja ekstra keras setidaknya dalam waktu delapan jam sehingga bisa berpengaruh pada suasana hati anda. Dibanding digabungkan dengan keju, ada baiknya mengkombinasikan kacang-kacangan dengan buah karena menghindari adanya dua kekuatan asupan gizi dalam sekali makan.

Makanan Kaya Sodium
Kadar garam berlebih terutama bagi anda yang dalam tahap diet dapat memicu tekanan darah tinggi, batu ginjal, sakit kepala, otot jantung membesar, dan gagal jantung.
Sedangkan efek jangka panjang dapat dirasakan langsung di hari berikutnya anda berpuasa. Retensi akumulasi cairan membuat perut terasa kembung, mudah haus, hingga rasa lapar yang timbul lebih cepat.

Protein Pati
Menggabungkan protein pati dalam satu jenis makanan akan menghambat proses pencernaan. Kedua jenis makanan membutuhkan tingkat keasaman tertentu untuk dicerna oleh tubuh. Sebaiknya saat berbuka ada kandungan gizi yang baik untuk berbuka baiknya mengandung protein dari sayuran (mentah atau dimasak) untuk menghindari lonjakan insulin hingga menyebabkan rasa mudah lelah dan efek lain seperti mudah merasa lapar.

Sumber: solopos.com

Kamis, 03 Juli 2014

Menu Aman Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Saat bulan Ramadhan, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dari kebiasaan makan di waktu siang, menjadi makan ketika malam. Tak heran, bila empat hari pertama puasa, tubuh akan merasa lemas, namun pada hari-hari berikutnya, tubuh mulai terbiasa.

Untuk menghindari rasa ngantuk dan lemas saat puasa, setiap Muslim perlu memperhatikan,  makanan yang dimakan ketika berbuka, dan sahur. Menentukan menu berbuka, dan sahur sangat penting, karena setiap yang masuk ke dalam tubuh akan memengaruhi kinerja tubuh.

Menurut dokter Putri Dwi Wahyu dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, saat berbuka diharuskan mengonsumsi makanan yang mengandung glukosa, seperti teh manis, kurma, kolak, manisan, dan lainnya. “Tubuh akan segar kembali ketika menerima asupan gula atau glukosa,” ujarnya.

Sayur dan buah pun harus menjadi pilihan utama saat berbuka, karena selain mengandung glukosa, juga kaya serat. Mengonsumsi makanan berserat berguna, untuk mencegah konstipasi atau sulit buang air besar. Mineral dan fitokimia yang penting bagi kesehatan pun tersedia dalam buah dan sayur.

Lebih lanjut dokter Putri mengatakan, saat sahur, utamakan mengonsumsi makanan berkabohidrat, seperti nasi, roti gandum, singkong, dan sebagainya. Pemilihan lauk pun perlu diperhatikan, harus mengandung protein dan lemak, keduanya diperlukan untuk memperbaiki, serta membentuk jaringan dan sistem kekebalan tubuh.

“Agar lebih memperkuat daya tahan tubuh, jangan lupa minum susu saat sahur,” tuturnya. Ia mengingatkan, jangan mengonsumsi makanan pedas dan asam saat sahur, karena akan merangsang asam lambung.

Dokter Edy Rizal Wahyudi SpPD KGer dari Universitas Indonesia, juga menyarankan, untuk memilih makanan bergizi saat sahur dan berbuka puasa. Menurutnya saat sahur, asupan teh dan kopi harus dibatasi, karena membuat metabolisme berjalan cepat, sehingga mudah haus saat siang.

Kemudian saat berbuka, batasi makanan yang digoreng, karena sel-sel lemak dalam tubuh akan meningkat. Hal itu berbahaya, terutama bagi orang lanjut usia. Hindari pula minum es terlalu banyak, sebab dapat membuat perut cepat kenyang, namun gizinya tak lengkap, sehingga daya tahan tubuh bisa menurun.

Sumber: republika.co.id