Sabtu, 09 Maret 2013

Cokelat Lindungi Otak dari Ancaman Stroke

Cokelat memang dikenal sebagai makanan yang tak hanya lezat, tetapi juga memberi banyak manfaat. Ada saja alasan untuk mengonsumsi makanan yang satu ini,  termasuk salah satu kajian terbaru yang mengindikasikan bahwa cokelat dapat memberi perlindungan pada otak dari ancaman stroke.

Penelitian yang mengikuti perkembangan kesehatan lebih dari 37.000 pria Swedia menunjukkan, mereka yang sering mengonsumsi cokelat cenderung lebih rendah risikonya terkena stroke. Penelitian lain juga pernah mengungkapkan cokelat menyehatkan jantung. Kendati begitu, tetap tidak disarankan untuk makan cokelat secara berlebihan. 

Responden yang terlibat dalam penelitian ini diwawancara seputar pola makan. Kesehatan mereka juga dimonitor selama satu dekade. Para responden dibagi dalam empat kelompok berdasarkan jumlah cokelat yang mereka konsumsi, yakni yang jarang makan cokelat, makan secara rata-rata, tidak pernah makan, dan yang mengonsumsi 63 gram. 

Dibandingkan dengan orang yang paling banyak mengasup cokelat, mereka dalam kelompok paling rendah berisiko 17 persen terkena stroke selama durasi penelitian. 

Prof Susana Larsson, salah seorang peneliti dari Karolinska Institute mengatakan, efek perlindungan cokelat berasal dari flavonoid dalam cokelat.  "Flavonoid mencegah penyakit kardiovaskular karena mengandung antioksidan, antipenyumbatan, dan antiinflamasi," katanya. 

Selain itu, flavonoid dalam cokelat juga mengurangi konsentrasi kolesterol darah dan menurunkan tekanan darah. 

Walau selama ini penelitian terdahulu lebih menyarankan konsumsi cokelat hitam, tetapi dalam penelitian yang dilakukan Larsson tersebut para responden kebanyakan mengonsumsi cokelat susu. 

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsumsi cokelat mengurangi risiko stroke bila diasup dalam jumlah sedang," kata Dr Clare Walton dari Asosiasi Stroke Inggris.

Para dokter juga menegaskan bahwa mengonsumsi cokelat tidak bisa menggantikan manfaat olahraga dan menjalankan pola makan yang sehat.

From: kompas.com

Jagung Tak Kalah Bergizi

Jagung merupakan salah satu sumber karbohidrat yang sebenarnya mengandung berbagai zat gizi penting. Salah satunya adalah karotenoid yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker.

Bila sebagian besar sayuran dan buah memiliki nilai nutrisinya akan turun setelah dimasak, tidak demikian halnya dengan jagung. 

Menurut para peneliti dari Universitas Cornell, jagung yang dimasak memiliki kadar karotenoid (vitamin A) yang lebih baik. Selain itu, proses pemasakan akan meningkatkan antioksidan dalam jagung sampai 53 persen. Masih ada lagi kandungan lain yang tak kalah penting, yakni asam ferulic. 

Asam ferulic adalah fitonutrien yang banyak ditemukan pada biji-bijian, namun kadarnya rendah pada sayur dan buah. Asam ferulic paling banyak berada di jagung. Ketika dimasak, asam ferulic dalam jagung akan meningkat signifikan.

Meskipun berwarna kuning karena karoten, tetapi jagung hanya mengandung sedikit betakaroten. Karoten sendiri akan mencegah reaksi oksidasi yang memicu kanker. 

Selain kaya akan karbohidrat, jagung juga mengandung mineral dan vitamin seperti potasium, fosfor, zat besi, dan tiamin. Minyak jagung mengandung 55 persen poli-unsaturated fatty acids (PUFA), 25 persen mono-unsaturated fatty acid (MUFA), dan 12 persen saturates. Baik PUFA atau MUFA membantu menurunkan kolesterol jahat. 

Karena protein dalam jagung tidak mengandung asam amino esensial, sangat dianjurkan untuk menambahkannya dengan sumber protein lain seperti susu atau protein hewani yang mengandung asam amino yang tidak ada. 

Keuntungan lain dari mengonsumsi jagung adalah kandungan seratnya yang mencapai 15 persen dan sekitar 9 persennya adalah serat larut yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah. 

Karena indeks glikemik jagung cukup tinggi alias cepat meningkatkan gula darah, penderita diabetes dan orang yang tergolong kegemukan sebaiknya mengonsumsi jagung hanya dalam porsi sedang.

From: kompas.com

Di Balik Suplemen Protein Pembangun Otot

Suplemen protein kerap menjadi andalan bagi mereka yang mendambakan tubuh berotot dengan guratan sixpack. Tetapi waspadalah karena suplemen yang banyak dijual di pusat-pusat kebugaran itu punya efek samping berbahaya.

The British Dietetic Association (BDA) menyebutkan protein tambahan dalam dosis tinggi bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan sperti kerusakan ginjal dan liver. 

Kandungan suplemen protein itu sendiri masih belum jelas. Produsen mengatakan selama 11 tahun terakhir ini produk mereka cukup aman, buktinya hanya 11 konsumen yang melaporkan adanya efek samping.

Jane Griffin, mantan ahli nutrisi atlet olimpiade Inggris mengatakan, makin banyak protein yang dikonsumsi, makin banyak yang harus dikeluarkan tubuh. 

"Orang yang mengonsumsi protein dosis tinggi banyak yang menderita gangguan ginjal karena tingginya jumlah protein yang harus mereka singkirkan," kata Griffin.

Tubuh memang memerlukan protein untuk pembentukan otot dan para penggila bentuk tubuh berotot menggunakan protein dosis tinggi supaya ototnya lebih cepat terbentuk. 

Euromonitor, yang melakukan penelitian tentang marketing memperkirakan industri suplemen olahraga tumbuh 15 persen tahun lalu. 

Sekitar satu dari lima orang yang pergi ke gym lebih dari dua kali seminggu juga diketahui menggunakan suplemen, baik itu dalam bentuk bubuk atau camilan batangan. 

Departemen Kesehatan Inggris merekomendasikan pada orang dewasa untuk menghindari konsumsi protein lebih tinggi dari yang dianjurkan (55,5 gr untuk pria, dan 45 gr untuk wanita). 

Salah satu kandungan dalam suplemen olahraga yang dianggap berbahaya adalah DMAA. Stimulan tersebut dijual dalam bentuk minuman kocok (shake) pembakar lemak. 

Richard Cook (22) mengaku selama empat tahun selalu mengonsumsi suplemen protein dan juga rutin minum shakes pembakar lemak antara 4-7 gelas setiap hari. Ia pun mengalami efek samping yang tidak mengenakkan. 

"Saya merasa seperti minum obat. Sering merasa gemetar dan mudah marah," katanya.  Meski saat ini ia masih mengonsumsi suplemen protein dan kreatin, tetapi ia sudah tidak lagi minum shakes. 

Asosiasi Produsen Makanan Kesehatan, yang mewakili industri suplemen, mengatakan produk suplemen kebugaran mereka aman dan sudah diakui konsumen. Dalam laman Facebook mereka menulis, selama aturan pakai ditaati, seharusnya tidak ada efek samping yang bisa merugikan kesehatan.

From: kompas.com

Asupan Ini Bisa Memicu Resistensi Insulin

Kondisi resistensi insulin biasanya terjadi pada orang pra-diabetes atau yang sudah positif mengalami diabetes. Bagi Anda yang bermasalah dengan kadar gula tinggi dalam darah wajib mengetahui detail soal resistensi insulin atau yang juga dikenal dengan sindrom metabolik.

Biasanya, makanan diserap ke dalam aliran darah dalam bentuk gula seperti glukosa dan bahan dasar lainnya. Peningkatan gula dalam aliran darah, seperti dilansir dari WebMD, merupakan sinyal pankreas untuk meningkatkan sekresi hormon yang disebut insulin. 

Hormon ini melekat pada sel dan menghapus gula dari aliran darah sehingga dapat digunakan untuk energi. Pada resistensi insulin, kemampuan sel-sel tubuh sangat kurang untuk menanggapi 'aksi' dari hormon insulin. 

Seiring berjalannya waktu, jika tak dikontrol, orang dengan resistensi insulin berisiko tinggi terkena diabetes dan dan darah tinggi. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan mengontrol pola makan. Usahakan untuk menghindari atau setidaknya mengurangi konsumsi makanan berikut. 

Daging merah
Daging merah mengandung lemak jenuh yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan juga meningkatkan kemungkinan resistensi insulin.

Makanan berlemak tinggi
Keju dengan lemak tinggi diketahui dapat menyebabkan resistensi insulin. Hindari pula makanan yang digoreng dengan banyak minyak, makanan kaleng atau makanan beku. 

Kentang
Kentang dipercaya dapat menstabilkan gula darah. Namun di sisi lain, ternyata kentang merupakan salah satu sayuran yang paling mudah berubah menjadi gula. Itu karena, seperti dilansir dari BoldSky, kentang mengandung indeks glikemik yang tinggi sehingga dapat menyebabkan resistensi insulin. 

Alkohol

Minuman beralkohol yang dengan mudah masuk ke aliran darah, dapat menggangu fungsi pankreas yang memproduksi insulin. Artinya mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan sensitifitas insulin dan bisa dengan mudah memicu resistensi insulin. 

From: vivanews.com

Hai Wanita, Bila Punya Gejala Ini Artinya Anda Kurang Gizi

Setiap tahunnya, tanggal 8 Maret selalu diperingati wanita sejagat sebagai Hari Perempuan Internasional. Sayangnya, masih ada saja wanita-wanita yang tidak memperhatikan kesehatannya. Banyak gejala gangguan kurang gizi yang diabaikan wanita.

Dibandingkan pria, hidup wanita cenderung lebih teratur. Harapan hidup pun biasanya lebih tinggi. Tapi karena banyak urusan yang harus diselesaikan, baik urusan pekerjaan dan rumah tangga, tidak sedikit wanita yang mengabaikan kondisi tubuhnya sendiri.

Seperti misalnya kurang gizi, banyak wanita tidak menyadari dirinya mengalami kondisi tersebut. Padahal gejalanya bisa terjadi dalam kesehariannya.

Berikut beberapa gejala yang menandakan bahwa wanita kurang gizi, seperti dilansir Boldsky, Sabtu (9/3/2013):

1. Kelelahan
Gejala utama dan paling banyak terjadi pada wanita kurang gizi adalah kelelahan. Wanita yang kurang gizi tidak akan memiliki energi untuk melakukan kegiatan, bahkan untuk makan sekalipun. Ketika otot tidak mendapatkan cukup nutrisi penting seperti kalsium, otot akan menjadi lelah dan akibatnya tubuh kehilangan energi.

2. Tekanan darah rendah
Jika Anda mengalami kurang gizi, tekanan darah akan selalu rendah (hipotensi). Jika Anda tidak makan karbohidrat dan lemak, tubuh akan kekurangan glukosa dalam darah, yang akhirnya berpengaruh pada tekanan darah.

3. Sering pusing
Ketika tekanan darah drop, tubuh akan kehilangan keseimbangan dan kepala akan terasa berputar. Kondisi ini menyebabkan Anda mengalami pusing dan sakit kepala.

4. Anemia
Anemia di kalangan wanita sangatlah umum. Anemia terjadi karena tubuh wanita tidak mendapatkan cukup makanan yang mengandung zat besi. Kondisi ini makin diperparah ketika wanita sedang menstruasi atau setelah melahirkan.

5. Sensitif dan mudah tersinggung
Perubahan hormon di tubuh wanita terjadi begitu mudah. Ketika tubuh wanita tidak mendapatkan cukup nutrisi, keseimbangan hormon pun terpengaruhi. Ini menjadi satu penyebab suasana hati wanita yang tidak baik.

6. Rambut rontok
Rambut dan kulit menjadi sehat bila tubuh Anda juga sehat. Jika Anda tidak mendapatkan cukup makanan yang bergizi, rambut akan menjadi rapuh dan mudah patah. Jika Anda mengalami kerontokan rambut yang tidak normal, bisa jadi itu tanda-tanda Anda mengalami kurang gizi.

7. Menstruasi tidak teratur
Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup zat besi dan kalsium, tubuh akan menjadi 'kelaparan'. Dalam kondisi tersebut, tubuh mulai menyimpan nutrisi dan menghentikan darah menstruasi. Kekurangan zat besi adalah salah satu alasan umum untuk ketidakteraturan menstruasi.

8. Berat badan turun
Kurang gizi bukan hanya perkara kekurangan vitamin dan mineral. Ketika Anda mengurangi karbohidrat dan protein, tubuh juga akan menjadi kurang gizi. Pada kasus ini, gejalanya bisa terlihat dengan penurunan berat badan.

9. Gampang sakit
Ketika tubuh kekurangan zat pembangun imunitas seperti vitamin C, zinc dan nutrisi vital lainnya, tubuh akan menjadi gampang sakit. Anda juga perlu curiga ketika penyakit yang Anda derita tak kunjung sembuh.

10. Kulit mudah memar
Kulit yang mudah memar pertanda pembuluh darah kapiler Anda rapuh. Kondisi ini terjadi bila jumlah platelet darah berkurang. Ini berarti Anda membutuhkan vitamin K dan folat dalam jumlah banyak.

from: detik.com

Jumat, 01 Maret 2013

Atasi PMS dengan Pola Makan Tinggi Zat Besi

Jutaan wanita di dunia setiap bulannya menderita gangguan nyeri dan ketidakstabilan emosi menjelang datang bulan. Keluhan yang biasa disebut pre menstrual syndrome (PMS) ini ternyata dapat diatasi dengan pola makan tinggi zat besi.

Para wanita yang mengonsumsi zat besi yang bersumber dari bahan pangan nabati diketahui risikonya sepertiga lebih rendah menderita PMS dibanding wanita yang pola makannya rendah zat besi. Zat besi dari pangan nabati antara lain dari sayuran berdaun hijau tua serta kacang-kacangan yang dikeringkan.

Jenis mineral lain juga berpengaruh. Penelitian menemukan, kadar zinc yang tinggi berkait erat dengan kejadian PMS yang rendah. Zinc sendiri ditemukan pada berbagai jenis buah segar dan sayuran.

"Berbagai jenis mineral sangat penting untuk siklus menstruasi yang lancar dan juga PMS. Tiap wanita harus mengonsumsi makanan seimbang, jika tidak cukup dari makanan yang dikonsumsi bisa ditambah dari suplemen," kata peneliti senior Elizabeth Bertone-Johnson.

Para peneliti belum tahu bagaimana pengaruh zat besi pada menurunnya risiko PMS karena zat besi banyak terlibat dalam berbagai proses tubuh. Zat besi mungkin mengurangi rasa nyeri dan gejolak emosional saat PMS dengan meningkatkan level hormon serotonin di otak.

Kadar serotonin yang rendah berkait erat dengan depresi. Bertone-Johnson mengatakan serotonin juga berkaitan dengan gejala PMS.

PMS diderita sekitar 8 -15 persen wanita berusia reproduksi. Gejalanya bisa fisik atau emosional, antara lain rasa nyeri pada payudara, nyeri perut, perubahan selera makan, depresi, dan kecemasan.

Penelitian yang dilakukan Bertone-JOhnson ini melibatkan 3.000 wanita di AS dan diikuti selama 10 tahun. Setelah membandingkan data asupan kalsium dan faktor lain, para peneliti menemukan wanita yang cukup mengonsumsi zat besi risikonya terkena PMS 40 persen lebih rendah.

Risiko PMS turun secara signifikan pada wanita yang mengonsumsi 20 miligram zat besi setiap hari. Pada wanita premenopause, disarankan mengonsumsi 18 mg zat besi setiap hari.

Sedangkan mereka yang mengasup lebih dari 10 mg zinc setiap hari efeknya terhadap PMS baru terasa.

Meski demikian, mineral sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Kadar potasium yang berlebihan diketahui justru meningkatkan risiko PMS. Karena itu sebaiknya konsultasikan pada dokter sebelum Anda mengonsumsi suplemen mineral.

"Terlalu banyak zat besi bisa menyebabkan masalah dan suplementasi mineral akan mengganggu keseimbangan tubuh," kata Samantha Heller, ahli nutrisi klinik.

From: kompas.com