Sabtu, 02 Februari 2013

Sea Food Tak Selalu Jahat, Ini Jenis yang Sehat


Banyak orang menyebut jika makanan sehat adalah makanan yang bukan berasal dari laut. Jenis hidangan 'sea food' disebut sebagai pemicu kolesterol. Padahal beberapa jenis makanan laut ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung karena tinggi asam lemak omega 3.

Beberapa makanan laut seperti udang dan tiram juga dikategorikan sebagai makanan kaya kalsium, zinc, dan mineral. Berikut ini daftar makanan laut lainnya yang menyehatkan tubuh. 

Ikan salmon
Ikan laut ini sangat baik untuk meningkatkan kognisi. Kandungan lemak baik ditambah vitamin A dan D pada ikan ini membuat sistem saraf otak bekerja dengan lebih baik untuk mengirimkan pesan.
 
Kepiting
Kepiting memiliki kandungan natrium yang sangat tinggi, sehingga tak perlu menambahkan garam dalam memasakknya. Makanan ini juga kaya akan omega 3 dan protein yang dibutuhkan tubuh.
 
Udang
Udang sepertinya menjadi menu hidangan paling favorit di kalangan pecinta makanan laut. Kandungan antioksidannya mampu melawan kanker dan menunda penuaan.
 
Sarden
American Heart Association bahkan menilai ikan ini sebagai salah satu makanan laut yang paling bergizi. bagi Anda yang memiliki masalah dengan jantung dan tekanan darah, sarden sangat dianjurkan untuk dikonsumsi karena kandungan omega 3-nya sangat tinggi. 

from: vivanews.com

Ayo Makan! Suka Menunda Makan Siang Bisa Bikin Gemuk Lho

Keberhasilan program menurunkan berat badan tidak hanya tergantung pada apa yang dimakan, tetapi juga kapan seseorang makan. Makan siang misalnya, sebaiknya tidak ditunda hingga lebih dari jam 3 sore karena bisa bikin cepat gemuk.

Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian diBrigham and Women's Hospital yang melibatkan 420 orang dengan masalah berat badan. Semua partisipan yang dilibatkan mengalami kelebihan berat badan, bahkan sebagian telah masuk kategori obesitas.

Pada partisipan dilibatkan dalam program diet yang sama selama kurun waktu 20 pekan. Pengaturan porsi dan menu makan dibuat sama, tetapi jadwalnya tidak ditentukan. Termasuk makan siang, ada yang makan siangnya tepat waktu dan ada yang sering terlambat.

Hasil pengamatan menunjukkan, partisipan yang terbiasa makan siang tepat waktu cenderung lebih berhasil menurunkan berat badan. Partisipan yang makan sebelum jam 3 sore turun 2,3 kg lebih banyak dibanding partisipan yang makan siangnya setelah jam 3 sore.

Perbedaan ini tetap teramati meski sudah disesuaikan dengan faktor lainnya seperti asupan kaloti, serta komposisi hormonal terutama leptin dan ghrelin yang berhubungan dengan nafsu makan. Hal itu menunjukkan, waktu makan siang menjadi faktgor independen yang mempengaruhi berat badan.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu makan itu sendiri bisa memerankan peran penting dalam pengaturan berat badan," kata salah seorang peneliti, Marta Garaulet dari University of Murcia, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (30/1/2013).

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa paritisipan yang sering menunda makan siang cenderung suka melewatkan sarapan. Seperti diketahui, menghindari sarapan justru tidak baik untuk program diet karena asupan makan di pagi hari penting untuk menjaga metabolisme.

from: detik.com

Jangan Remehkan Dampak Kekurangan Vitamin

Kebanyakan orang makan asal kenyang saja tanpa memperhitungkan kandungan nutrisi dalam makanannya. Makanan tertentu menawarkan manfaat berbagai vitamin yang diperlukan tubuh. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Berikut adalah vitamin-vitamin yang diperlukan tubuh serta bahaya yang mengancam jika Anda mengalami defisiensi vitamin,antara lain:

1. Vitamin B12
Vitamin B12 secara alami ditemukan dalam produk hewani, termasuk ikan, daging, unggas, telur dan produk susu yang secara umum tidak ditemukan dalam makanan nabati. Tetapi beberapa jenis sereal nabati juga mengandung vitamin B12.

Vitamin ini diperlukan untuk pembentukan sel darah merah yang membantu fungsi neurologis dan sintesis DNA. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia megaloblastik, kelelahan, kelemahan, sembelit, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.

Masalah neurologis seperti mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki juga dapat terjadi. Gejala lain termasuk kesulitan untuk menjaga keseimbangan, depresi, kebingungan, demensia, daya ingat menurun dan bahkan telah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.

2. Vitamin C
Sebagian besar hewan dapat mensintesis vitamin C secara alami, tetapi tubuh manusia tidak mampu melakukan proses tersebut dan membutuhkan asupan vitamin C dari makanan. Buah jeruk atau tomat adalah makanan yang paling kaya vitamin C, selain itu paprika merah dan hijau, kiwi, brokoli, stroberi, dan blewah juga mengandung vitamin C.

Tubuh menggunakan vitamin C untuk biosintesis kolagen, L-karnitin dan neurotransmitter tertentu, dan juga terlibat dalam metabolisme protein. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan kelelahan, radang gusi atau kehilangan gigi, nyeri sendi, kudis dan kesulitan menyembuhkan luka.

3. Vitamin D
Tidak banyak makanan yang mengandung vitamin D alami, tetapi lemak ikan seperti salmon, tuna, mackerel, dan minyak hati ikan kod merupakan makanan terbaik sebagai sumber vitamin D. Vitamin D juga ditemukan dalam hati sapi, keju, kuning telur, jamur dan susu yang diperkaya vitamin D, tetapi dalam jumlah yang lebih rendah. 

Tetapi untungnya tubuh mampu memproduksi vitamin D sendiri ketika kulit terpapar sinar matahari, kebanyakan orang memenuhi setidaknya beberapa dari kebutuhan vitamin D hariannya dengan cara ini. Vitamin D diperlukan untuk mengatur kalsium dalam tubuh dan membantu untuk mempertahankan tulang yang kuat.

Pada anak-anak, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakhitis, yaitu melemahnya tulang yang membuat postur tubuh melengkung. Pada orang dewasa, kekurangan vitamin D menyebabkan osteomalacia, menyebabkan nyeri tulang dan kelemahan otot. Kekurangan vitamin D juga telah dikaitkan dengan kantuk di siang hari.

4. Yodium
Yodium adalah mineral yang ditemukan dalam ikan laut, rumput laut, udang, dan makanan laut lainnya, serta produk susu dan produk yang terbuat dari biji-bijian. Mineral ini digunakan oleh tubuh untuk memproduksi hormon-hormon tiroid yang bekerja untuk mengontrol fungsi-fungsi penting lainnya.

Kekurangan yodium selama perkembangan janin dan awal masa kanak-kanak adalah penyebab utama gangguan otak. Pada orang dewasa, kekurangan yodium ringan sampai sedang dapat menyebabkan penyakit gondok, serta gangguan fungsi mental dan produktivitas kerja. Defisiensi yodium kronis dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker tiroid.

5. Besi
Menurut WHO, kekurangan zat besi adalah penyebab nomor satu gangguan gizi di dunia. Zat besi terdiri dari dua bentuk, hem dan nonheme. Heme besi ditemukan dalam daging merah, ikan dan unggas, zat besi nonheme ditemukan dalam tanaman, seperti lentil dan kacang-kacangan.

Kedua jenis zat besi tersebut berfungsi membantu transportasi oksigen ke sel, membantu pembentukan sel darah, mendukung struktur protein dalam tubuh dan fungsi penting lainnya.

Gejala kekurangan zat besi dapat mencakup kelelahan dan kelemahan, kinerja menurun, perkembangan kognitif dan sosial yang terhambat selama masa kanak-kanak, kesulitan mempertahankan suhu tubuh, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

6. Magnesium
Magnesium terkandung dalam kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran. Funsi magnesium adalah membantu tubuh mengatur lebih dari 325 enzim dan memainkan peran penting dalam mengatur sebagian besar fungsi tubuh seperti kontrol otot, impuls listrik, produksi energi, dan perlindungan terhadap racun berbahaya.

Gejala-gejala awal kekurangan magnesium termasuk hilangnya nafsu makan, mual, muntah, kelelahan, dan kelemahan. Jika defisiensi magnesium terus memburuk akan menyebabkan mati rasa, kesemutan, kontraksi otot, kram, kejang, perubahan kepribadian, irama jantung yang abnormal, dan bahkan menurunkan risiko stroke.

7. Seng/ zinc
Seng terkandung dalam makanan seperti tiram, daging merah, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian dan produk susu. Kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung senyawa yang mempersulit penyerapan seng sepenuhnya oleh tubuh, sehingga seorang vegetarian mungkin perlu makan makanan yang mengandung seng dua kali lebih banyak.

Nutrisi ini sangat penting untuk membantu sistem kekebalan tubuh berperang melawan bakteri dan virus. Seng juga diperlukan untuk membantu produksi sel, menyembuhkan luka, dan berperan dalam identifikasi rasa dan bau.

Gejala defisiensi seng termasuk lambatnya pertumbuhan bayi dan anak-anak, tertundanya masa puber pada remaja dan impotensi pada pria. kekurangan seng juga dapat menyebabkan rambut rontok, diare, masalah mata, kulit luka, hilangnya nafsu makan, penyembuhan luka yang berlangsung lama, gangguan indra perasa, dan tingkat kewaspadaan yang lebih rendah.

From: detik.com

Program Penghitung IMT

IMT atau Indeks Masa Tubuh tentu bukanlah istilah yang asing buat temen-temen gizi. Sangat sering kita gunakan IMT dalam menentukan status gizi seseorang. Kita bisa menilai seseorang kurus, normal, atau bahkan obes dengan menggunakan IMT. Seperti yang kita ketahui IMT ini bisa kita dapatkan dengan mengetahui Berat Badan dan Tinggi Badan seseorang kemudian kita hitung dengan rumus seperti berikut,

                                Berat Badan (Kg)
IMT = -------------------------------------------------------
                  Tinggi Badan (m) X Tinggi Badan (m)


Namun, kali ini HIMAGIZI ingin berbagi suatu software yang sangat sederhana yang bisa digunakan untuk menghitung nilai IMT beserta status gizinya dengan cepat dan mudah.
Silakan klik link berikut untuk mendownloadnya.


Semoga bermanfaat...!!!!

Jumat, 01 Februari 2013

Benarkah Putih Telur Lebih Sehat?

Selama hampir 40 tahun para peneliti berusaha mengetahui apakah telur adalah makanan yang menyehatkan. Alasannya sederhana, telur kaya akan lemak dan kolesterol, terlebih kuning telur. Tak heran jika banyak orang berasumsi menghindari kuning telur adalah cara terbaik mengonsumsi telur. 

Tidak seperti yang diyakini banyak orang, sebenarnya jumlah kolesterol yang kita makan tidak berdampak banyak pada kenaikan kadar kolesterol. Malah, ada penelitian yang membuktikan cuma 30 persen orang yang kolesterolnya naik setelah ia menjalani pola makan tinggi kolesterol.

Putih telur sendiri mengandung protein, 3,5 gram. Sisanya, protein, lemak, dan zat gizi lain terkandung dalam kuning telur. Kandungan tersebut antara lain vitamin A, D, E, kolin, bahkan omega-3. Kandungan omega-3 telur yang berasal dari ayam yang diberi pakan tinggi omega-3 bahkan bisa mencapai 150 mg. 

Kuning telur juga mengandung 240mg leucine, asam amino yang bertanggung jawab untuk mengubah gen pembentuk otot.  Sementara itu kolin sangat penting untuk fungsi sel membran, kolesterol, yang penting untuk pembentukan hormon tubuh. 

Jadi jika semua zat gizi penting itu hadir dalam kuning telur, mengapa harus dibuang?

From: kompas.com

Rutin Makan Buah Bikin Optimistis?

Meski kita semua telah memahami bahwa tubuh membutuhkan pasokan buah-buahan dan sayuran setiap hari, namun seringkali kebanyakan dari kita tidak memenuhinya. Mungkin sebuah studi baru ini akan mengubah pikiran anda. 

Peneliti dari Harvard University menemukan, orang dalam tubuhnya memiliki kandungan karotenoid yang tinggi cenderung lebih optimistis. Studi lain juga menemukan bahwa orang optimis tak hanya memiliki penampilan yang lebih segar, tapi juga cenderung hidup lebih lama dan lebih sedikit menderita penyakit yang berhubungan dengan jantung. 

Karotenoid adalah senyawa yang biasa ditemukan pada buah-buahan dan sayuran. Karotenoid merupakan salah satu jenis antioksidan, yang baik untuk meningkatkan kualitas kesehatan karena kartenoid dapat menjaga molekul dalam tubuh dari produksi radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit dan masalah kesehatan lainnya. 

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychosomatic Medicine ini meneliti 982 pria dan wanita berusia 25 sampai 74 tahun, terdaftar dalam Midlife di United States Study. Para peserta diminta melakukan tes darah untuk menganalisis konsentrasi antioksidan, termasuk karotenoid seperti beta-karoten yang ditemukan dalam sayuran seperti wortel dan bayam dan Vitamin E. 

Para peserta juga diminta mengisi kuisioner untuk menguji sikap sehari-hari dan tingkat optimisme mereka. Studi menemukan bahwa orang yang lebih optimis memiliki hingga 13 persen karotenoid lebih banyak dari orang-orang yang kurang optimis. Hampir sama dengan kesimpulan tadi, peneliti menemukan bahwa orang yang menyantap tiga porsi atau lebih buah-buahan dan sayuran sehari lebih optimis daripada mereka yang makan buah dan sayur hanya dua porsi atau bahkan lebih sedikit.  Namun, peneliti tak menemukan hubungan antara optimisme dan Vitamin E, yang diperoleh dalam makanan seperti bibit gandum dan minyak kacang. 

Karena peneliti memeriksa konsentrasi darah dan tingkat optimisme hanya sekali, mereka tidak dapat memastikan apakah makan lebih banyak buah dan sayuran menyebabkan orang menjadi lebih optimis, atau sebaliknya, apakah sikap optimislah yang membuat orang makan lebih banyak buah dan sayuran. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang optimis cenderung memilih gaya hidup sehat, seperti pantang merokok.

From: kompas.com

Kamis, 03 Januari 2013

Mencegah Penyakit dengan Makanan Sehat


Tubuh sehat perlu didukung oleh pola makan seimbang serta didukung gizi lengkap dalam proporsi yang tepat serta ditunjang oleh gaya hidup sehat dan baik. Makanan yang baik dan sehat tidak harus mahal, dan bukan hanya tidak tercemar sumber penyakit, atau enak dimakan, tetapi yang juga sangat penting yaitu makanan harus mengandung zat yang dibutuhkan tubuh, seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, air, dan lain-lain. 
Selain itu cara memasak juga perlu diperhatikan agar gizi yang terkandung tidak rusak atau hilang sia-sia karena salah cara memasaknya. Agar gizi tetap utuh dianjurkan memasak dengan cara direbus, tim, kukus, dan tumis atau langsung dilalap atau di jus.  
Sebaiknya kurangi makanan yang digoreng dan makanan yang dibakar atau dipanggang karena akan menghasilkan zat-zat yang tidak baik untuk tubuh. Makanan gorengan dengan pemanasan suhu tinggi terutama yang memakai minyak goreng bekas berkali-kali akan menghasilkan lemak trans atau lipid peroksida yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. 
Sedangkan makanan yang dibakar apalagi hingga gosong dapat menghasilkan zat yang bersifat karsinogen. Pengkonsumsian bahan makanan bergizi seimbang dan sesuai kebutuhan tubuh, misalnya bahan makanan alami seperti sayuran dan buah-buahan, akan sangat bermanfaat bagi kesehatan. 
Pada umumnya selera manusia terhadap makanan lebih mengarah pada aroma dan rasanya, sedangkan gizi merupakan pertimbangan yang selanjutnya, padahal pertimbangan kandungan gizi dalam suatu jenis makanan sangat perlu, melihat dari pentingnya gizi bagi kesehatan, dan tidak boleh diabaikan dalam pengkonsumsian makanan sehari-hari.

Empat Sehat Lima Sempurna
Pengkonsumsian makanan dengan menu “empat sehat lima sempurna” sebagai pedoman untuk tercapainya pemasukan gizi yang optimal. Gizi yang optimal adalah gizi yang kuantitas dan kualitasnya cukup sehingga tubuh berada pada kondisi yang baik dan sehat. Jumlah asupan gizi dari makanan terbagi atas suatu batasan yaitu batas angka maksimum dan batas angka minimum.
Apabila asupan gizi kurang dari batas minimum, akan timbul masalah kurang gizi, misalnya kurang vitamin A menyebabkan gangguan penglihatan, kurang zat besi menyebabkan anemia, dan lain-lain. Demikian pula dengan batas angka maksimum, juga tidak boleh dilampaui, karena akan timbul masalah seperti kelebihan berat badan (obesitas), asam urat tinggi, kolesterol tinggi, dan lain-lain.

Kurangi Makanan Instan
Di era modern ini adanya kecenderungan pola makan yang serba praktis dan instan yang berkembang di masyarakat seperti makanan cepat saji dan makanan awetan. Makanan tersebut umumnya mempunyai nilai nutrisi yang rendah, mengandung lemak jenuh kolesterol tinggi, tinggi garam dan rendah serat.
Dengan sifat seperti itu tentunya makanan awetan dan siap saji tidak begitu menyehatkan tubuh, sehingga apabila terlalu sering dikomsumsi dapat memicu timbulnya berbagai penyakit seperti kegemukan (obesitas), kolesterol dan trigliserida tinggi, hipertensi, aterosklerosis, jantung koroner, stroke, dan lain-lain. 

Salah Diet Bisa Terkena Osteoporosis
Untuk menghindari dan mengatasi kegemukan, sebagian orang melakukan diet. Diet yang tidak tepat seperti menghilangkan susu sama sekali dapat mengakibatkan defisiensi kalsium, padahal tubuh manusia membutuhkan kalsium sekitar 500-1000 mg setiap harinya. Sebuah riset menunjukkan satu dari lima orang yang melakukan pola diet mengalami osteoporosis. Namun saat ini sudah banyak produk susu rendah lemak yang mengandung kalsium tinggi, dengan begitu diet tidak harus menyisihkan susu.
Bahan makanan lain yang mengandung kalsium tinggi yaitu: ikan teri, ikan sarden, dan sebagainya. Untuk menghindari kegemukan sebaiknya menghindari konsumsi lemak berlebihan. Konsumsi lemak sebaiknya jangan dihilangkan tetapi dibatasi sesuai dengan kebutuhan tubuh yaitu sekitar 30% dari kebutuhan kalori. 

Lemak Bermanfaat dan Lemak Berbahaya

Lemak diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi selain karbohidrat, terutama sumber lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang kaya akan omega-9 dan berfungsi menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida tinggi. 
Sedangkan lemak yang berbahaya bagi kesehatan yaitu lemak yang mengandung asam lemak jenuh, lemak trans dan kolesterol tinggi, seperti yang terdapat pada daging berlemak, jeroan (usus, babat, paru, dan lain-lain), masakan bersantan,dan sebagainya.
Untuk menuju makanan yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit seperti penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis), jantung koroner, stroke dan terutama kanker, selain mengurangi makanan yang berlemak, juga sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin dan serat tinggi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan segar terutama yang mengandung sumber antioksidan seperti wortel, brokoli, bayam, kangkung, seledri, labu kuning, terung, tomat, jeruk, mangga, pepaya, cheri, dan lain-lain. 
Kandungan karotenoid pada wortel (beta-karoten), tomat (likopen), bayam, brokoli dan lainnya berkhasiat sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas penyebab kanker, juga berkhasiat meningkatkan kekebalan tubuh dan menghambat penuaan. Buah-buahan segar merupakan sumber vitamin C, dimana vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mempercepat penyembuhan. 
Juga dianjurkan untuk mengkonsumsi biji-bijian dan kacang-kacangan seperti kedelai, kecambah, sereal, dan lain-lain. Dalam biji-bijian dan kacang-kacangan tersebut terkandung vitamin E yang juga berfungsi sebagai antioksidan yang mengurangi risiko terjadinya kanker. 
Selain itu, harus diperhatikan pengkonsumsian makanan yang seimbang dan tidak boleh terlalu kenyang, jenis makanan sebaiknya beraneka ragam, kurangi garam, hindari makanan yang terlalu pedas, dan makanan awetan. Juga hindari rokok dan minuman beralkohol.